Kementerian Haji dan Umrah memastikan ketersediaan makanan siap santap bagi jemaah calon haji asal Indonesia selama fase puncak ibadah haji 2026, dikutip dari Sinar.
Fasilitas konsumsi ini diberikan Buat menunjang kebutuhan seluruh jemaah Begitu berada di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Setiap jemaah calon haji nantinya akan menerima sebanyak 15 Bagian makanan siap santap yang mengusung cita rasa nusantara.
Penyediaan menu khas Indonesia, seperti rendang, bertujuan Buat memberikan kenyamanan bagi jemaah Begitu menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Kemenhaj menjadwalkan proses distribusi makanan siap santap ke hotel-hotel tempat jemaah menginap akan dimulai pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj Jaenal Effendi menjelaskan bahwa menu khas nusantara sengaja disiapkan demi memenuhi kebutuhan konsumsi.
Kehadiran makanan seperti rendang diharapkan Bisa mengobati rasa rindu para jemaah calon haji terhadap Hidangan Tanah Air.
Penyediaan menu ini juga diharapkan Membikin para jemaah merasa lebih tenang dan nyaman selama beribadah.
“Dari dapur akan didistribusikan ke seluruh hotel yang Terdapat. Mudah-mudahan ini Dapat berjalan dengan Berkualitas, sehingga jamaah calon haji kita Dapat tenang dalam melakukan ibadah,”
kata Jaenal usai menggelar rapat koordinasi Serempak para penyedia layanan konsumsi di Makkah, Arab Saudi, Jumat (15/5) malam.
Jadwal Distribusi Konsumsi Menjelang Puncak Haji
Proses penyaluran makanan siap santap menuju hotel jemaah calon haji Indonesia dipastikan berlangsung pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.
Langkah distribusi ini sengaja dilakukan sebelum para jemaah bergerak menuju fase puncak haji di Armuzna.
Selama periode puncak haji tersebut, pemenuhan kebutuhan konsumsi menjadi salah satu poin layanan Krusial yang diawasi ketat oleh Kemenhaj.
Pasokan makanan siap santap ini diharapkan dapat membantu jemaah dalam menjaga kondisi fisik di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Syarikah Arab Saudi Kelola Konsumsi di Armuzna
Penyediaan pasokan makanan jemaah selama fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sepenuhnya ditangani oleh syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji Arab Saudi.
Adapun fase Armuzna ini dijadwalkan berlangsung mulai dari 8 Dzulhijjah siang hingga 13 Dzulhijjah pagi.
Jaenal menyebutkan bahwa pihak syarikah yang ditunjuk Buat menangani konsumsi jemaah Indonesia adalah Rakeen Mashariq dan Albait Guest.
“Ini sudah selesai, sudah siap Buat didistribusikan,”
ujar Jaenal terkait kesiapan makanan yang disediakan oleh pihak syarikah.
Pengawasan Ketat dan Tiga Indikator Kualitas
Kemenhaj Serempak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi Maju mengontrol standar kualitas masakan bagi jemaah Indonesia secara menyeluruh.
Proses pemantauan ini berkisar dari tahap penentuan bahan baku hingga pengolahan makanan di dapur Punya penyedia layanan.
Pihak kementerian juga memastikan adanya pelibatan juru Matang asal Indonesia agar cita rasa yang dihasilkan tetap sesuai dengan selera asal.
Sejauh ini, Jaenal menilai pihak penyedia dapur telah memenuhi tiga indikator Penting dalam pelayanan konsumsi jemaah haji.
Tiga indikator tersebut mencakup kesesuaian kualitas cita rasa Indonesia, Ukuran Bagian atau gramasi standar, serta ketepatan waktu pengiriman ke hotel.
Kemenhaj menyatakan akan Maju menjalankan fungsi pengawasan dan Penilaian berkala guna menjamin pelayanan konsumsi bagi para jemaah tetap berjalan optimal.
