Menteri Investasi sebut RI tetap resilien di tengah tantangan Dunia

Menteri Investasi sebut RI tetap resilien di tengah tantangan global

Jakarta (ANTARA) – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menegaskan Indonesia tetap menunjukkan resiliensi ekonomi di tengah tantangan Dunia, termasuk ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

“Indonesia ini di tengah tantangan tetap resilien, tetap Bagus dari segi pertumbuhan ekonomi, dari segi peraturan, policy, kebijakan juga selalu disempurnakan,” kata Rosan usai acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Jakarta, Jumat.

Rosan mengatakan Perhimpunan tersebut menjadi wadah Krusial Buat memperkuat pemahaman dan kepercayaan Kawan Global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Menurut dia, Perhimpunan tersebut mempertemukan dunia usaha, korps diplomatik, Kadin daerah, serta pemangku kepentingan lain dalam satu ruang komunikasi.

Ia menilai kehadiran banyak duta besar, kepala perwakilan diplomatik, serta pelaku usaha menunjukkan besarnya perhatian Kawan Global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Rosan mengatakan Indonesia Lanjut menjaga keterbukaan investasi dan kerja sama dengan seluruh pihak, Bagus dari dalam maupun luar negeri.

“Saya mengapresiasi Kadin yang secara rutin setiap bulan mengadakan acara-acara yang sangat Bagus ini, sangat bermanfaat, Bukan hanya menggabungkan para pemangku kepentingan, para dari dunia usaha, tetapi juga dari diplomatic corps. Kita selalu terbuka Buat bekerja sama dengan Sekalian pihak, Bagus dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah Lanjut menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam paparannya, Rosan menyampaikan investasi berperan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026. Ia mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, dengan kontribusi investasi Sekeliling 1,79 persen poin dari pertumbuhan tersebut.

Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi Sekeliling 31-32 persen, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 27-28 persen.

Rosan juga menyebut realisasi investasi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai Sekeliling 30,2 miliar dolar AS dan menciptakan Sekeliling 706.659 lapangan kerja.

Selain itu, ia mengatakan Singapura Lagi menjadi investor asing langsung terbesar Indonesia, diikuti Hong Kong, China, Amerika Perkumpulan, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.

Ia menyebut kontribusi peran investasi menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan Kawan Global Buat menjaga momentum ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Rosan mengatakan pemerintah juga Lanjut berupaya memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan birokrasi dan peningkatan kepastian regulasi.

“Indonesia terbuka Buat bisnis. Kami mencoba memotong birokrasi, mengurangi regulasi yang Bukan perlu, dan memberikan lebih banyak kepastian,” ucap Rosan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (tengah) dan Wakil Ketua Biasa Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady (berdiri kiri) menghadiri acara “Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast” di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Aria Ananda/aa.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Biasa Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengatakan Indonesia tetap Bisa mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara konsisten di tengah kondisi Dunia yang penuh tekanan.

Menurutnya, Indonesia Mempunyai modal Krusial berupa stabilitas, sumber daya, dan keterbukaan dalam kerja sama Global.

“Perusahaan-perusahaan Bukan Tengah mengejar efisiensi semata, mereka mengejar kepastian. Dan Indonesia menawarkan sesuatu yang langka, Yakni skala, stabilitas, sumber daya, dan kebijakan luar negeri yang Membikin setiap pintu tetap terbuka,” ungkap James.

Ia menilai koordinasi pemerintah dalam merespons perkembangan ekonomi Dunia menjadi Unsur Krusial Buat menjaga daya saing nasional.

Perhimpunan Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast edisi Mei 2026 dihadiri puluhan duta besar, kepala perwakilan diplomatik, Bilik dagang asing, pimpinan Kadin daerah, serta pejabat pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi dan kerja sama investasi Indonesia.