Umat Islam Dianjurkan Rutin Melaksanakan Sholat Dhuha Kepada Mengawali Aktivitas Pagi

Sholat dhuha menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan Kepada mengawali aktivitas di pagi hari. Ibadah ini Enggak hanya bernilai sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga membantu seorang Muslim menjaga konsistensi dalam beribadah di tengah kesibukan sehari-hari.

Karena dikerjakan pada waktu pagi, sholat dhuha sering dimanfaatkan Kepada mengisi waktu Senggang dengan amalan yang bernilai pahala. Para ulama pun menegaskan bahwa sholat dhuha termasuk sunnah muakkadah atau ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Kepada dilakukan secara rutin.

Dilansir dari Terang, secara bahasa, kata dhuha merujuk pada permulaan siang atau waktu pagi. Adapun dalam pengertian fikih, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha, Adalah sejak Mentari terbit setinggi satu tombak atau Sekeliling tujuh hasta hingga menjelang zawal, Demi Mentari mulai condong ke arah barat.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum sholat dhuha adalah sunnah muakkadah, yakni amalan sunnah yang sangat dianjurkan Kepada dikerjakan secara berkesinambungan. Imam An-Nawawi menjelaskan:

صَلَاةُ الضُّحَى سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ.. وَوَقْتُهَا مِنِ ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ إِلَى الزَّوَالِ، قَالَ صَاحِبُ الْحَاوِي: وَقْتُهَا الْمُخْتَارُ، قَالَ: إِذَا مَضَى رُبْعُ النَّهَارِ

Artinya: “Sholat Dhuha adalah sunah yang sangat dianjurkan. Waktunya dimulai sejak Mentari naik hingga tergelincir. Penulis kitab Al-Ḥāwī Mengucapkan: Waktu yang paling Penting Kepada melaksanakannya adalah ketika telah berlalu seferempat hari.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzab [Beirut: Dar Al-Fikr], vol 4, h 36).

Dalil Kesunnahan Sholat Dhuha

Anjuran melaksanakan sholat dhuha Enggak hanya berdasarkan pendapat ulama, tetapi juga didukung oleh hadis-hadis Benar Rasulullah SAW. Sholat dhuha termasuk ibadah yang secara Tertentu diwasiatkan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya Kepada dijaga dan diamalkan secara rutin. Salah satu hadis yang menjadi dasar kesunnahan sholat dhuha adalah:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ، لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan Saya tinggalkan hingga Wafat; Puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan sholat Witir.” (HR. Bukhori).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa sholat dhuha bukan sekadar amalan pelengkap dalam kehidupan seorang Muslim. Sebaliknya, ibadah ini merupakan salah satu amalan sunnah yang mendapat perhatian Tertentu dari Rasulullah SAW dan dijaga pelaksanaannya oleh para sahabat sebagai bagian dari rutinitas ibadah harian.

Dengan landasan hadis yang kuat dan penjelasan para ulama, sholat dhuha menjadi salah satu ibadah sunnah yang layak dijadikan kebiasaan. Selain mendatangkan pahala, sholat dhuha juga menjadi sarana memperkuat kedekatan dengan Allah SWT serta mengawali hari dengan aktivitas yang penuh keberkahan.