Umat Islam Bersiap Laksanakan Shalat Idul Adha pada 27 Mei 2026

Umat Islam di berbagai Distrik bersiap menuju lapangan Kepada menunaikan ibadah shalat Idul Adha yang dijadwalkan Anjlok pada Rabu, 27 Mei 2026. Rangkaian ibadah tahunan ini bakal dilanjutkan dengan penyampaian materi khutbah dari para khatib mengenai nilai ketakwaan.

Penyelenggaraan khutbah Idul Adha Mempunyai ketentuan tersendiri yang berbeda dengan ibadah rutin mingguan. Dilansir dari NU Online, khutbah Idul Adha dilaksanakan setelah jemaah selesai menunaikan shalat dua rakaat, berbeda dengan shalat Jumat yang mendahulukan khutbah.

Aturan Penyelenggaraan dan rukun khutbah Idul Adha tetap sama persis dengan khutbah Jumat meskipun hukum pengerjaannya bersifat sunnah. Khatib disyaratkan Kepada berdiri Kalau Bisa dan membagi khutbahnya ke dalam dua sesi yang diselingi dengan duduk sebentar.

Ketentuan Spesifik juga berlaku pada bacaan pembuka di setiap sesi khutbah tersebut. Khatib disunahkan membaca takbir sebanyak sembilan kali pada khutbah pertama, sedangkan pada khutbah kedua takbir dibaca sebanyak tujuh kali.

Seluruh jemaah, termasuk Perempuan yang sedang haid, diperintahkan oleh Rasulullah SAW Kepada mendatangi tempat Penyelenggaraan shalat Idul Adha. Jemaah Perempuan yang sedang haid akan ditempatkan terpisah dari barisan shalat Tetapi tetap mendengarkan khutbah secara seksama.

Materi khutbah Idul Adha dapat mengusung berbagai tema, salah satunya materi dari Kementerian Religi Sumatera Selatan mengenai kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kehadiran teks panduan ini diharapkan membantu para khatib menyampaikan pesan takwa secara padat.

“Hendaklah Anda bertakbir (mengagungkan Allah) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu” firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185.

Penyelenggaraan ibadah ini bertepatan dengan momentum jutaan umat Orang yang sedang berada di Mekkah Al-Mukarramah Kepada menunaikan ibadah haji. Jemaah di tanah Bersih Maju mengumandangkan kalimat talbiyah sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

“Maka tatkala anak itu Tamat (pada umur sanggup) berusaha Serempak-sama Ibrahim, Ibrahim Mengucapkan: “Hai anakku sesungguhnya Diriku Menyaksikan dalam mimpi bahwa Diriku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah Anda akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.” firman Allah dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102.

Kisah tersebut memberikan gambaran mengenai pengorbanan besar yang menjadi simbol bahwa semangat rela berkorban harus digalakkan Kepada mencapai kesuksesan dan ridha Allah SWT. Nilai kecintaan kepada Allah SWT harus ditempatkan di atas segala hal keduniawian.

“Sesungguhnya cita-cita (Asa) itu merupakan Rahmat Allah bagi ummatku, seandainya Tak Eksis cita-cita Niscaya tiada seorang ibupun yang mau menyusui anaknya dan tiada seorang petanipun yang” sabda Rasulullah SAW dalam kutipan hadis penutup materi khutbah tersebut.