Gresik (Liputanindo.id)– Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia harus menelan pil pahit setelah keputusan menurunkan pemain lapis kedua berujung kekalahan telak 1-3 (18-25, 25-15, 15-25, 17-25) di laga terakhir final four yang digelar di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (19/4/2026).
Dalam laga tak menentukan Kembali karena sama-sama lolos ke grand final. Gresik Petrokimia lebih banyak menurunkan pemain lapis kedua. Seperti Rika Dwi Latri, Putri Agustin, Nabila Putri, Dhea CP, Ajeng Nur Terang, dan libero Siti Romadhani. Tak berkutik menghadapi Jakarta Pertamina yang diperkuat pemain asingnya Wilma Salas.
Sementara pemain asing skuad asal Gresik Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko disimpan sebagai persiapan menghadapi laga final pada 24 April 2026 di GOR Amongrogo Yogyakarta.
Meski tak menurunkan pemain intinya. Duel Gresik Petrokimia dengan Jakarta Pertamina berlangsung sengit sejak awal, strategi rotasi yang diterapkan Malah menjadi bumerang bagi tim asal Jawa Timur tersebut.
Sejak set pertama dimulai, Jakarta Pertamina langsung tampil agresif dengan permainan Segera dan serangan tajam yang sulit dibendung. Sementara itu, Gresik Petrokimia terlihat kesulitan menemukan ritme permainan.
Kurangnya koordinasi dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Pemain pelapis Membikin lini pertahanan Gresik Petrokimia kerap ditembus dengan mudah. Di set ini tim asuhan Alessandro Lodi kalah 18-25.
Memasuki set kedua, Gresik Petrokimia mencoba Bangun. Variasi serangan yang rapi serta blok yang solid Membikin. Skuad yang berjuluk ‘The Bulls’ Pandai mengimbangi Jakarta Pertamina. Set kedua menang 25-15.
Tetapi di set ketiga Gresik Petrokimia Kembali-Kembali banyak melakukan kesalahan. Ajeng Nur Terang dkk kembali tak berkutik dan kalah 15-25.
Pada set penentuan, Jakarta Pertamina menutup pertandingan dengan penuh percaya diri. Serangan demi serangan sukses menghasilkan poin krusial hingga akhirnya memastikan kemenangan tanpa banyak perlawanan berarti dengan skor 17-25.
Keputusan menurunkan pemain lapis kedua diduga sebagai bagian dari strategi jangka panjang atau menjaga kondisi pemain inti. Tetapi di sisi lain, hal ini memberikan keuntungan besar bagi Jakarta Pertamina yang Pandai memanfaatkan situasi dengan maksimal.
Kekalahan ini menjadi Pengkajian Krusial bagi Gresik Petrokimia, terutama dalam menentukan strategi rotasi pemain di pertandingan krusial. Di sisi lain, kemenangan ini semakin memperkuat posisi Jakarta Pertamina sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan musim ini sebagai Juara bertahan. [dny/aje]
