TP PKK Pusat Dorong Kelor NTT Jadi Komoditas Unggulan

Staf Ahli Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga, Yane Ardian Bima Arya mendorong tanaman kelor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi komoditas unggulan. Langkah ini dilakukan Begitu memberikan sambutan pada Pelatihan Pengolahan Pangan Berbasis Kelor dalam Mendukung Gerakan Keluarga Cerdas Gizi di Gedung Perempuan Betelalenok, Kabupaten Belu, NTT, Kamis (25/6), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Upaya optimalisasi tumbuhan lokal ini dinilai Pandai memperkuat aspek pemenuhan nutrisi sekaligus menggerakkan roda ekonomi Anggota setempat. Dalam keterangannya, komoditas tersebut diproyeksikan menjadi pilar Krusial bagi ketahanan pangan keluarga.

“Mari kita jadikan kelor sebagai salah satu komoditas unggulan NTT. Maju kita gaungkan ya, Bapak-Ibu Seluruh! Sekaligus berkontribusi dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui konsumsi pangan yang Variasi, bergizi, seimbang, dan Terjamin,” kata Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli TP PKK Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga.

Kondisi geografis NTT yang Mempunyai tanah kering dan iklim ekstrem Malah Membikin varietas kelor di Area ini mempunyai kerapatan nutrisi yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Pengurus pusat kemudian mengedukasi para ibu rumah tangga di Kabupaten Belu agar Dapat mengolah potensi alam tersebut secara maksimal.

“Terbaik, salah satu terbaik di dunia. Jadi sayang kalau Bukan dimanfaatkan dengan sangat Berkualitas. Jadi, selain mudah dibudidayakan di sini, kelor Mempunyai kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan,” lanjut Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli TP PKK Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga.

Kendati kaya akan nutrisi, masyarakat diingatkan Kepada mengombinasikan konsumsinya dengan asupan protein hewani demi memenuhi kebutuhan asam amino esensial anak. Pola makan seimbang ini tetap memerlukan tambahan gizi dari sektor peternakan dan perikanan seperti susu, telur, serta ikan.

“Kita Bukan hanya belajar mengenai budidaya dan pengolahan kelor menjadi produk yang bernilai tambah, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang bagi keluarga,” tambah Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli TP PKK Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga.

Program edukasi ini diharapkan memicu munculnya produk-produk olahan baru yang Mempunyai nilai jual lebih tinggi di pasar. Ketahanan ekonomi yang kuat di tingkat keluarga dinilai akan linier dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga pelatihan ini berjalan dengan Fasih, memberikan manfaat yang besar bagi peserta, dan menjadi langkah Konkret dalam pengembangan potensi kelor di Nusa Tenggara Timur,” harap Yane Ardian Bima Arya, Staf Ahli TP PKK Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga.

Agenda pelatihan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Belu Lidwina Viviawaty Ng Lay dan Founder Timor Moringa Meybi Agnesya selaku narasumber. Sejumlah pengurus TP PKK dari tingkat pusat hingga daerah juga tampak hadir mendampingi jalannya acara.