Titiek minta stok beras usia simpan di atas satu tahun dijadikan pakan

Titiek minta stok beras usia simpan di atas satu tahun dijadikan pakan

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah disimpan lebih dari satu tahun dialihkan menjadi pakan guna menjaga kualitas stok pangan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.

“Saya minta supaya (stok CBP) di atas satu tahun, 1,5 tahun, itu sudahlah buat pakan ajalah Pak. Jangan buat Donasi pangan Kembali,” kata Titiek dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman serta jajarannya di Jakarta, Rabu.

Titiek meminta pemerintah mempercepat perputaran stok beras nasional agar kualitas cadangan tetap terjaga dan Bukan menimbulkan persoalan.

Ia mengingatkan Komisi IV DPR RI sejak awal telah meminta agar beras yang disimpan di Penyimpanan Bukan Mempunyai usia simpan Mengungguli enam bulan.

Menurut Titiek, data yang diperolehnya menunjukkan Tetap terdapat beras dengan usia simpan antara satu tahun hingga 1,5 tahun dalam jumlah yang cukup besar.

Ia menyebut dari total stok beras pemerintah yang mencapai Sekeliling 5 juta ton, terdapat Sekeliling 1,3 juta hingga 1,5 juta ton beras berusia lebih Uzur.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas beras yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.

“Ini saya baru minta nih ke staf bapak juga nih yang jawab, bukan saya ngarang-ngarang. Yang umur satu tahun Tamat 1,5 tahun itu cukup tinggi. Terdapat 1,3 juta (ton). Bapak punya stok 5 juta tapi yang warnanya putih Uzur itu Terdapat 1,5 juta ton,” ujar Titiek.

Titiek juga menyoroti kondisi stok beras di Jawa Timur yang menurut data yang diterimanya menunjukkan sebagian cadangan telah berusia lebih dari satu tahun.

Dari total stok Sekeliling 1,4 juta ton di Jawa Timur, ia menyebut Sekeliling 400 ribu ton di antaranya Mempunyai usia simpan melampaui satu tahun.

Selain Jawa Timur, Titiek mengatakan kondisi serupa juga ditemukan di Jawa Barat sehingga diperlukan langkah percepatan distribusi agar stok Pelan segera berputar dan tergantikan.

Kepada mencegah terulangnya persoalan serupa, Titiek menyarankan beras yang telah berusia di atas satu hingga satu Sebelah tahun dialihkan menjadi pakan dan Bukan Kembali digunakan Kepada Donasi pangan.

“Ini tolong diperhatiin Pak supaya perputarannya Segera. Jadi enggak terjadi Kembali hal-hal yang Bukan diinginkan, jangan kasih sasaran tembak. Jadi tolong diperhatiin Kembali stoknya Pak, supaya berputarnya lebih Segera Kembali,” pinta Titiek.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Harianto

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya telah meminta Perum Bulog melakukan Penilaian menyeluruh terhadap kualitas cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Penyimpanan.

Amran mengaku telah memanggil Direktur Istimewa Perum Bulog sehari sebelum rapat Kepada meminta penjelasan rinci mengenai kondisi stok beras, termasuk potensi kerusakan yang terjadi di sejumlah Penyimpanan penyimpanan.

“Kami sudah panggil Dirutnya kemarin dan tadi pagi baru tiba dari China. Saya katakan, Pak Dirut ini Niscaya ditanya besok. Ini jangan jangan Bapak yang berbuat, masalahnya ke saya. ‘Oh siap Pak Menteri’,” kata Amran menirukan hasil percakapan dirinya dengan Direktur Istimewa Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Amran menyebutkan hasil laporan Perum Bulog menunjukkan jumlah beras yang mengalami kerusakan mencapai 3.619 ton atau hanya sebagian sangat kecil dari total cadangan beras pemerintah yang Demi ini mencapai Sekeliling 5,3 juta ton.

Selain beras yang rusak, Amran menyebut terdapat Sekeliling 93.488 ton beras yang memerlukan perhatian Tertentu. Tetapi, sebagian besar stok tersebut Tetap dapat diperbaiki dan diolah kembali agar layak dimanfaatkan.

Ia menjelaskan apabila sebagian dari stok tersebut Bukan dapat dipulihkan kualitasnya, beras Tetap dapat diolah menjadi tepung sehingga tetap Mempunyai nilai ekonomi dan Bukan terbuang Sia-sia.

Amran juga mengakui pihaknya menemukan sejumlah beras dengan kualitas kurang Bagus Demi melakukan kunjungan lapangan ke daerah. Intervensi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta Bulog mengganti beras pada hari yang sama agar Bukan Tamat diterima masyarakat.

Meski demikian, Amran meminta Bulog meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan stok karena besarnya cadangan beras Demi ini merupakan hasil produksi petani dalam negeri.

Menurutnya, keberadaan stok yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang Bagus agar kualitas tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah Sebelah Tewas kerja. Ini alhamdulillah Terdapat yang rusak, karena berasnya Terdapat. Kalau dulu Bukan rusak karena berasnya kurang,” kata Amran.