Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) merealisasikan mekanisme buyback kepada pemodal dengan total nilai kumulatif mencapai lebih dari Rp71 miliar. Dok. Istimewa.jpeg
Jakarta: Platform securities crowdfunding (SCF), Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX), merealisasikan mekanisme buyback (pembelian kembali saham) kepada pemodal dengan total nilai kumulatif mencapai lebih dari Rp71 miliar Tamat pertengahan 2026. Eksekusi exit investasi didistribusikan kembali kepada 7.924 investor pemodal di seluruh Indonesia Buat membuktikan ekosistem penutupan investasi di platform ini berjalan sehat dan transparan.
Secara keseluruhan, ICX telah memfasilitasi penghimpunan Anggaran hingga Rp233 miliar dari 23 ribu pemodal Buat 46 penerbit. Dari total 46 penerbit itu, sebanyak 16 penerbit berhasil menjalankan komitmen buyback maupun exit sepenuhnya.
Direktur Istimewa ICX, Romario Sumargo, menjelaskan keberhasilan platform SCF Kagak Kembali diukur dari besarnya Anggaran yang dihimpun atau jumlah penerbit yang bergabung. Keberhasilan investasi kini ditentukan kemampuan penerbit memberikan exit kepada investor melalui mekanisme seperti buyback.
Kondisi ini Membikin perusahaannya menjalankan strategi rekalibrasi dengan hanya mencatat satu penerbit baru sepanjang 2023–2026. Langkah ini diambil Buat mempercepat Pengembangan pasar pada paruh kedua 2026.
“Di Demi industri SCF memasuki era penegakan kepatuhan yang lebih ketat melalui fase penguatan integritas oleh regulator, langkah mitigasi yang telah kami lakukan sejak awal kini menjadi batu loncatan Istimewa Buat berakselerasi,” Terang Romario dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Ilustrasi. Foto- Dok Liputanindo.id
Baca Juga :
Kunci Keberhasilan Buyback
Dalam realisasinya, sektor bisnis F&B dan properti menjadi industri paling dominan dalam merealisasikan komitmen buyback. Keberhasilan penerbit melakukan buyback didorong beberapa Unsur Istimewa, antara lain efisiensi pemanfaatan modal pasca-pendanaan, perputaran arus kas (cash flow) yang sehat, serta tata kelola bisnis yang Bagus.
Salah satu penerbit yang sukses melakukan buyback, yakni Fitness Plus. Perwakilan Fitness Plus Dith Satyawan, menyatakan pendanaan SCF dari ICX telah menjadi motor penggerak perputaran bisnis mereka.
“Seiring pertumbuhan bisnis yang kami Lelah, eksekusi buyback Buat 3 project sebesar Rp 9,1miliar menjadi bentuk komitmen dan apresiasi tertinggi kami kepada investor yang telah memberikan kepercayaan sejak awal,” ungkap Dith.
Selain Fitness Plus, merek besar seperti PT Nmw Pratama Unggul (NMW Aesthetic Clinic & Dermatologi) sukses merealisasikan buyback sebesar Rp10 miliar.
Transparansi Pengelolaan Risiko
Di sisi lain, langkah ICX mengejar Percepatan pasar diimbangi dengan keterbukaan informasi yang tinggi. Secara transparan, ICX mengumumkan empat penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan kesulitan usaha.
Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi OJK, ICX menerapkan Mekanisme penanganan terstruktur dengan menjatuhkan status delist pada satu penerbit, tiga lainnya dalam proses delisting, dan fasilitasi penyelesaian hak pemodal semaksimal mungkin.
Menonton industri dalam beberapa tahun ke depan, ICX optimistis industri SCF semakin matang seiring meningkatnya literasi risiko investor. Mekanisme exit investasi yang Terang, seperti buyback, Kagak Kembali sekadar menjadi nilai tambah, melainkan pilar Istimewa penentu kredibilitas sebuah platform dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang.
“Pada akhirnya, keberhasilan sebuah platform Kagak hanya diukur dari seberapa Segera Anggaran dihimpun di awal. Yang jauh lebih Krusial adalah bagaimana perusahaan yang memperoleh pendanaan Bisa bertumbuh, menciptakan nilai, dan menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang,” ujar Romario.
