Menteri ESDM pastikan kontrak impor minyak dari Rusia telah dilakukan

Menteri ESDM pastikan kontrak impor minyak dari Rusia telah dilakukan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia telah dilakukan dan siap dikembangkan lebih lanjut.

“Saya coba cek secara teknis, ya. Tapi yang saya Paham adalah kontrak sudah dilakukan oleh Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi), BLU (Badan Layanan Biasa) daripada Kementerian ESDM,” kata Bahlil Begitu ditemui di Jakarta, Kamis.

Terkait volume minyak mentah yang akan diimpor dari Rusia, ia mengatakan terdapat potensi pengembangan lebih jauh.

“Demi volume dia itu Dapat berkembang lebih banyak Kembali. Tapi nanti kontraknya coba saya liat Kembali,” ujar Bahlil.

“Kita kan sudah Eksis deal antara G2G (government-to-government) dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo. Dan saya sudah juga melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Rusia,” katanya menambahkan.

Adapun sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan Indonesia tetap akan melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka kembali di tengah deeskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Langkah itu menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia, yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, sebagai tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Rusia.

Di sisi lain, Duta Besar Rusia Demi Indonesia Sergey Tolchenov mengatakan Pemerintah Indonesia Tetap belum mengajukan permintaan spesifik terkait pembelian minyak dan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan negaranya.

“Kami juga memerlukan informasi yang lebih spesifik dari pemerintah Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, jenis minyak apa yang mereka perlukan, berapa jumlah minyaknya, pelabuhan mana yang akan digunakan, dan bagaimana pembayaran akan dilakukan,” kata Tolchenov di Jakarta, Rabu (23/6).

Dia mengatakan hal itu mungkin merupakan masalah teknis, tetapi menjadi sangat praktis dan harus dibahas dalam setiap kontrak.