Ringkasan Informasi:
- Pemkab Blitar mengajukan anggaran Rp174 miliar dari APBN Kepada pembangunan infrastruktur.
- Usulan mencakup perbaikan jalan menuju Jalur Lintas Selatan (JLS), pembangunan dua jembatan, dan penguatan irigasi.
- Perbaikan jalan sepanjang 19 kilometer diusulkan dengan nilai Rp94 miliar melalui Kementerian PUPR.
- Delapan daerah irigasi dipastikan mendapat persetujuan pendanaan Sekeliling Rp19 miliar Kepada mendukung ketahanan pangan.
Blitar (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mengupayakan tambahan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp174 miliar Kepada mempercepat pembangunan infrastruktur. Biaya tersebut diusulkan Kepada membiayai peningkatan jalan menuju Jalur Lintas Selatan (JLS), pembangunan jembatan bentang panjang, serta rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.
Langkah ini ditempuh sebagai strategi mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan pinggiran dan pesisir selatan Kabupaten Blitar.
Kepala Dinas Pekerjaan Standar dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengatakan pihaknya telah mengajukan proposal perbaikan jalan sepanjang 19 kilometer dengan nilai Rp94 miliar melalui aplikasi Sistem Informasi Terintegrasi Infrastruktur (SITIA) Punya Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Standar.
“Ketika ini kami sedang mengajukan ke Kementerian PU melalui aplikasi SITIA Punya Ditjen Bina Marga. Kami usulkan Rp94 miliar Kepada 19 kilometer ruas jalan,” ujar Agus Zaenal, Sabtu (13/6/2026).
Dalam usulan tersebut, Pemkab Blitar memprioritaskan peningkatan akses menuju Jalur Lintas Selatan, khususnya di Daerah timur yang menghubungkan Kecamatan Binangun dan Wates hingga perbatasan Kabupaten Malang.
Dua ruas jalan yang menjadi prioritas meliputi Wates–JLS melalui Desa Tulungrejo serta Besole–JLS di Kecamatan Wonotirto.
Menurut Agus, pembangunan akses tersebut diharapkan Bukan hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan selatan sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan program swasembada pangan nasional.
Selain pembangunan jalan, Pemkab Blitar juga mengajukan pembangunan dua jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat dan Golongan tani.
Kedua proyek tersebut meliputi Jembatan Ngembul di Kecamatan Binangun serta Jembatan Kaolon yang menghubungkan Kecamatan Binangun dengan Kecamatan Sutojayan.
“Jembatan ini secara fisik memang terlihat kecil, tapi bentangnya cukup panjang Sekeliling 70 meter. Karena itu, keperluan anggarannya juga menjadi besar, yakni Sekeliling Rp80 miliar,” Terang Agus.
Ia menjelaskan, apabila usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan langsung oleh kementerian sehingga Bukan membebani sumber daya teknis di tingkat daerah.
“Usulan kementerian itu nanti pelaksanaannya juga dari kementerian, jadi kita hanya sebagai penerima manfaat saja,” tegasnya.
Kepada memperbesar Kesempatan persetujuan, Pemkab Blitar Lalu melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk membangun dukungan dari Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur.
“Kami juga Lagi mencari dan menggalang dukungan dari Komisi V DPR RI,” imbuh Agus.
Di tengah proses pengajuan jalan dan jembatan, Info positif datang dari sektor pertanian. Agus memastikan usulan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi telah memperoleh persetujuan dari Balai Besar terkait.
Sebanyak delapan daerah irigasi di Kabupaten Blitar dipastikan memperoleh alokasi anggaran Sekeliling Rp19 miliar Kepada mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Daerah selatan.
“Kepada irigasi pertanian sudah di-ACC Balai Besar, nilainya Sekeliling Rp19 miliar. Ini ditujukan Kepada mendukung ketahanan pangan di Daerah selatan. Dukungannya diarahkan Kepada swasembada, mulai dari komoditas hortikultura Tamat dengan tebu atau gula,” pungkasnya. [owi/beq]
