Ringkasan Informasi:
- Tiga Personil TP3D Jember Formal terpilih menjadi direksi PDP Kahyangan.
- Gogot Cahyo Baskoro ditunjuk sebagai Direktur Primer PDP Kahyangan.
- Dima Akhyar dan Nyoman Aribowo juga mengisi posisi strategis di BUMD perkebunan tersebut.
- Penunjukan ini menandai restrukturisasi Krusial BUMD di Rendah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait.
Jember (Liputanindo.id) – Tiga personel Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember Formal terpilih menjadi jajaran direksi Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan setelah mengikuti proses seleksi dan wawancara langsung Berbarengan Bupati Jember Muhammad Fawait.
Penetapan direksi baru tersebut dilakukan usai wawancara kandidat di Pendapa Wahyawibawagraha pada Senin (11/5/2026) malam, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi badan usaha Punya daerah (BUMD) strategis Punya Pemerintah Kabupaten Jember.
Ketua TP3D Gogot Cahyo Baskoro terpilih sebagai Direktur Primer PDP Kahyangan setelah mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Arif Fajar Budiman dan Bhakti Priyo Utomo Daud.
Sementara itu, Personil TP3D Dima Akhyar dipercaya menjabat Direktur Biasa dan Keuangan setelah menyisihkan Indra Kurniawan serta Ubaidillah.
Adapun Nyoman Aribowo terpilih menjadi Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan usai mengalahkan Haseadi Zhulkarnain dan Hasti Utami.
Selain perubahan di PDP Kahyangan, posisi Direktur Perusahaan Biasa Daerah Air Minum Tirta Pandalungan juga diisi Paras baru, yakni Andrias Warsito.
Dima Akhyar menegaskan akan segera melakukan langkah konsolidasi menyeluruh setelah Formal dilantik.
“Saya akan melakukan semacam due dilligent atau peninjauan secara menyuluruh terhadap kondisi perusahaan, terutama di aspek finansial dan operasional. Tujuan Demi mengenali lebih komprehensif keadaan perusahaan,” katanya, Rabu (13/5/2026) pagi.
Nyoman Aribowo menyatakan Konsentrasi awalnya adalah orientasi penuh terhadap struktur internal perusahaan serta pemetaan aset.
“Bagaimana berkomunikasi dan melakukan pendekatan dengan Sekalian stakeholder internal, mulai dari kantor pusat Tiba kebun-kebun,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya observasi aset dan pemetaan kondisi perusahaan sebelum menyusun strategi jangka panjang.
“Jadi kami mengenali dulu secara dekat orang-orang di situ, termasuk kondisi aset,” katanya.
Menurut Nyoman, Penilaian awal akan menjadi dasar penyusunan perencanaan lebih detail ke depan.
“Jadi kami Pandai mendapat gambaran kondisi awal. Baru kami Membikin perencanaan lebih detail,” ujarnya.
Terkait status mereka di TP3D setelah dipercaya memimpin BUMD, Dima menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Bupati Jember.
“Pandai diteruskan, Pandai saja diganti. Terserah Bupati,” katanya.
Nyoman menilai TP3D merupakan lembaga ad hoc yang dapat berubah sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
“Personil TP3D Pandai berubah-ubah tiap tahun. Kita belum Mengerti keputusan Bupati seperti apa. Tapi sepertinya kami Kagak masuk di TP3D, tapi berfokus di BUMD,” katanya.
Ia juga menilai Bupati Muhammad Fawait membutuhkan dukungan percepatan pembangunan berbasis data dan tenaga profesional eksternal.
“Gus Fawait kerja by data. Jadi beliau Niscaya butuh pendamping-pendamping dari luar yang Ahli,” katanya.
Menurut Nyoman, percepatan pembangunan membutuhkan tenaga yang Pandai bekerja Segera di luar ritme birokrasi konvensional.
“Sesuatu yang agak sulit diikuti birokrat. Maka itu butuh orang-orang yang Pandai menggerakkan percepatan,” katanya.
Sementara itu, Gogot Cahyo Baskoro memilih belum memberikan komentar detail terkait penunjukannya hingga pelantikan Formal dilakukan.
“Setelah pelantikan saja saya bestatement,” katanya. [wir/beq]
