Bagaimanapun juga, apa pun yang dikatakan Tuchel, hal itu berhasil, karena Inggris berhasil mengubah babak pertama yang Normal-Normal saja menjadi babak kedua yang meyakinkan, mencetak dua gol tambahan sekaligus menunjukkan mengapa mereka layak dianggap sebagai salah satu favorit Demi melaju hingga akhir.
Harry Kane sempat membawa Inggris memimpin setelah diberi kesempatan Demi mengulang tendangan penalti yang awalnya diselamatkan oleh Dominik Livakovic, tetapi Kroasia tiba-tiba berhasil membalikkan keadaan.
Keputusan Tuchel Demi Kagak memainkan Marc Guehi dan memilih John Stones serta Ezri Konsa sempat menjadi bahan perbincangan, dan mereka yang mempertanyakan keputusan tersebut terbukti Betul ketika gelandang Inter, Petar Sucic, melakukan penetrasi ke dalam, Stones terpancing oleh gerakan tipuan, dan bola kemudian diteruskan ke Martin Baturina yang melepaskan tendangan ke sudut atas gawang.
Inggris hanya membutuhkan waktu lebih dari lima menit Demi kembali memimpin, Demi Declan Rice membawa keahliannya dalam situasi bola Wafat dari Arsenal ke Mimbar Global dan melepaskan tendangan sudut yang Betul mengarah ke kepala Kane, yang kemudian menyundulnya ke gawang. Tetapi, Inggris tak Bisa mempertahankan Kelebihan, Demi Mario Pasalic melepaskan umpan lambung melewati barisan pertahanan yang mundur terlalu dalam, sehingga memungkinkan Ivan Perisic menerobos ke belakang pertahanan dan menyundul bola ke arah Petar Musa, yang kemudian melepaskan tendangan voli ke sudut Dasar gawang.
Respons Inggris di babak kedua sangat mengesankan. Elliot Anderson, yang kurang menonjol sepanjang sebagian besar babak pertama, melepaskan umpan Pintar ke sisi kanan, dan Jude Bellingham menahan Rival serta mencetak gol ke sudut Dasar gawang. Sejak Demi itu, Livakovic menjaga Kroasia tetap dalam permainan, melakukan tujuh penyelamatan, sebagian besar secara beruntun sebelum menit ke-60.
Inggris akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-85 Demi Bukayo Saka mengoper bola kepada rekan setimnya yang juga masuk sebagai pemain pengganti, Marcus Rashford, yang kemudian mencetak gol ke sudut Dasar gawang.
Tetapi, ini jauh dari penampilan yang sempurna. Pertahanan Inggris terlihat goyah, dan Niscaya akan Terdapat pertanyaan mengenai kemampuan mereka mengendalikan pertandingan, terutama dengan Rice yang sedang cedera. Tetapi, daya serang dan respons di babak kedua menunjukkan bahwa, setidaknya, Inggris Bisa menjadi tim yang sangat berbahaya selama lima minggu ke depan.
GOAL mengulas para pemenang dan pecundang dari Dallas…
