Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Foto: Dok Liputanindo
Jakarta: Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, proyek Pengolahan Sampah Menjadi Daya Listrik (PSEL) di Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Kepada itu, banyak investor berebut menjadi Kawan dalam waste to energy tersebut.
“Proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia makanya Kepada orang yang berpartisipasi investment misalnya, green infrastructure investment, ini Segala berlomba-lomba Kepada hadir ke sini,” kata dia dalam Waste to Energy Talks 2026 Liputanindo di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menyebut, antusiasme Kawan terlihat dari banyaknya Kawan yang ikut mengajukan proposal. Pada tahap 1, Terdapat 24 entitas yang dinyatakan memenuhi syarat Kepada membentuk konsorsium. Selanjutnya di tahap 2, 85 konsorsium dan entitas Sendiri terpilih Kepada pemilihan Kawan tahap selanjutnya.
“Segala diberi kesempatan yang sama dan juga kesempatan Kepada ikut berpartisipasi. Karena satu risk yang Terdapat adalah kita terlalu tergantung ke satu negara, satu tipe bank. Kita enggak Dapat terlalu tergantung pada siapapun,” ungkapnya.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Banyaknya investor juga menunjukan bagaimana proyek ini membawa banyak Akibat positif. Pandu menyebut, tak masalah investor mencari untung dalam proyek ini asalkan masalah lingkungan yang menjadi Pusat perhatian Esensial Dapat teratasi.
“Tentu mereka masuk cari untung, dan kita juga enggak apa-apa mereka cari untung asal mereka Dapat Membikin solusi yang pas Kepada lingkungan di mana mereka akan hadir,” ujar dia.
Kawan dari perusahaan lokal
Kepada proyek PSEL tahap 2, empat dari delapan Kawan terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Prancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Tiongkok.
Tak hanya perusahaan asing, Pandu mengatakan, sejumlah perusahaan lokal juga menjadi Kawan Kepada proyek PSEL tahap 2. Demi ini Terdapat delapan Kawan terpilih dalam proses seleksi Kawan usaha pengembang dan pengelola PSEL yang telah diumumkan oleh Danantara.
“Perusahaan lokal juga Mempunyai track record yang cukup pas, enggak Dapat terlalu kecil nanti Dapat menimbulkan risk kepada daerah-daerah yang Terdapat. Kita perlu sudah Terdapat track record juga dari perusahan nasional tersebut, paling Bukan dalam urusan Daya, dalam urusan di local area tersebut,” Terang dia.
