Tangis Haru Kaum Pulopancikan Pecah, Pemkab Gresik Resmikan 35 Rumah Layak Huni

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Pemkab Gresik meresmikan 35 rumah layak huni di Desa Pulopancikan.
  • Program menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini tinggal di rumah rawan banjir.
  • Pembangunan rumah didanai CSR PT SMF dengan anggaran Rp1,25 miliar.
  • Revitalisasi kawasan juga mendukung pelestarian kawasan heritage Gresik.

Gresik (Liputanindo.id) – Bertahun-tahun hidup dengan ancaman banjir, atap bocor, dan rumah sempit yang berdempetan akhirnya menjadi masa Lewat bagi sebagian Kaum Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik.

Senyum haru pecah ketika Pemerintah Kabupaten Gresik Berbarengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) meresmikan sekaligus menyerahkan 35 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagi Kaum seperti Titik (60), Sokongan tersebut bukan sekadar bangunan baru, tetapi awal kehidupan yang lebih Kondusif dan manusiawi.

“Dulu rumah saya sering kebanjiran kalau hujan. Sekarang rumahnya sudah ditinggikan jadi Bukan banjir Kembali. Alhamdulillah sekarang juga sudah punya tembok sendiri, Bukan menempel Kembali dengan rumah sebelah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Jumat (22/5/2026).

Perubahan kondisi rumah dirasakan langsung oleh Kaum. Hunian yang sebelumnya lembap, rawan bocor, dan kerap tergenang kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman.

Anak-anak kini dapat bermain tanpa khawatir Alas rumah dipenuhi air Ketika hujan turun, sementara para lansia Bukan Kembali waswas menghadapi musim penghujan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk Konkret kehadiran negara bagi masyarakat kecil.

“Sekarang rumah Kaum sudah lebih Kondusif, sehat, dan nyaman ditempati. Ini bentuk Konkret kehadiran negara Kepada masyarakat,” katanya.

Tak hanya memperbaiki kualitas hidup Kaum, revitalisasi Desa Pulopancikan juga menjadi langkah Krusial dalam menjaga kawasan heritage Kabupaten Gresik.

Daerah tersebut diketahui berada di Sekeliling kawasan bersejarah Bandar Grissee, Kampung Arab, dan Kampung Pecinan yang Mempunyai nilai sejarah tinggi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik, Edy Hadi Siswoyo, menjelaskan pembangunan 35 unit RLH di Desa Pulopancikan menelan anggaran Sekeliling Rp1,25 miliar.

Seluruh pendanaan berasal dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT SMF Tahun Anggaran 2025.

Dengan rata-rata Sokongan sebesar Rp35,9 juta per rumah, pembangunan dilakukan selama empat bulan atau 120 hari kalender menggunakan konsep swakelola berbasis partisipasi masyarakat.

“Program ini melibatkan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Golongan Swadaya Masyarakat (KSM). Jadi Kaum ikut terlibat dalam proses pembangunan,” ungkapnya.

Pada tahun 2026, Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik telah mendata Sekeliling 647 unit rumah prioritas yang membutuhkan penanganan.

Sebanyak 246 unit direncanakan ditangani melalui PAPBD 2026, sedangkan 401 unit lainnya akan dilanjutkan melalui APBD 2027.

“Kami berharap kolaborasi Berbarengan PT SMF dan Balai Penyediaan Perumahan dapat Lalu berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang Dapat merasakan manfaat rumah layak huni,” pungkas Kepala DCKPKP Gresik, Ida Lailatussa’diyah. [dny/beq]