Setelah hasil imbang 1-1 yang mengecewakan pada laga pembuka Piala Dunia melawan Qatar, tim yang diunggulkan di grup tersebut, Instruktur Swiss itu juga berperan sebagai pengkritik Penting. Di depan publik, ia Kagak segan-segan mengkritik habis-habisan penampilan timnya, dan tentu saja Kagak mengecualikan dirinya sendiri. Tetapi, menurut laporan surat Berita Swiss Blick, pernyataan Xhaka tersebut sama sekali Kagak diterima dengan Berkualitas oleh rekan-rekan setim sang gelandang pengatur serangan. “Terlalu banyak hal negatif yang merusak suasana di tim,” demikian tertulis dalam laporan mengenai gaya kepemimpinan Xhaka. Bahkan Eksis pembicaraan mengenai “suasana yang beracun” dan para pemain yang merasa terintimidasi.
Oleh karena itu, dalam pertandingan grup kedua melawan Bosnia-Herzegovina—yang menjadi semakin Krusial akibat kehilangan poin yang Kagak terduga melawan Qatar—Seluruh mata tertuju pada Xhaka. Dan ia membuktikannya. “Terlihat bahwa ia Mau membuktikan kata-katanya dengan tindakan. Ia memimpin dari depan,” puji Ahli MagentaTV, Thomas Müller, pada babak pertama.
Xhaka menjadi poros Penting dalam permainan Swiss; dia selalu dicari, dan berulang kali memberikan umpan-umpan luar Normal ke sepertiga lapangan serangan dengan timing yang Pas dan ketepatan yang pas. Setidaknya di lapangan, sama sekali Kagak terlihat adanya keretakan yang dikabarkan antara kapten dan sisa tim.
Xhaka sendiri juga menolak anggapan tersebut setelah pertandingan. “Selalu Eksis banyak kegaduhan seputar saya, banyak yang ditulis—hal itu memang sedikit saya provokasi dari pihak saya,” katanya kepada MagentaTV: “Mungkin kita juga Dapat bangga pada seorang pemain yang sudah tampil dalam begitu banyak pertandingan Kepada tim nasional? Tapi bagi saya itu Kagak masalah, yang Krusial bagi saya adalah apa yang terjadi di lapangan: bahwa tim mendukung saya, bahwa Instruktur mendukung saya.”
Di babak kedua, Xhaka memang kadang-kadang Kagak Tengah terlihat begitu dominan seperti sebelum Jarak, Tetapi ia tetap menorehkan momen-momen gemilang dengan umpan terobosan yang luar Normal yang berujung pada gol ketiga Swiss serta tendangan penalti yang menentukan skor akhir. Dan mungkin yang lebih Krusial Tengah: Sebagian dari kritik yang ditujukan kepada Xhaka setelah pertandingan melawan Qatar Bahkan berbalik menjadi hal yang sangat menggembirakan bagi Swiss.
