Rencana pengakhiran konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah jadwal penandatanganan kesepakatan yang telah Lamban dinantikan akhirnya diumumkan. Proses penandatanganan kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, seperti dikutip dari Detikcom.
Langkah ini dinilai menjadi pembuka jalan bagi normalisasi operasional Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut merupakan salah satu urat nadi Istimewa bagi perdagangan Daya di tingkat Dunia.
“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA Kepada Segala,” kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6).
Pernyataan ini langsung menarik perhatian dunia Global karena posisi krusial Selat Hormuz dalam distribusi minyak dan gas bumi. Pembukaan kembali jalur ini diharapkan Pandai meredakan ketegangan geopolitik sekaligus menjaga stabilitas pasokan Daya dunia.
Kendati demikian, pengumuman tersebut tampak belum sepenuhnya selaras dengan sikap Formal Teheran. Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya sempat memberikan indikasi bahwa penandatanganan kesepakatan belum akan terlaksana pada hari Minggu.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa sebagian besar poin krusial dalam negosiasi sebenarnya telah mencapai kesepahaman. Demi ini, otoritas terkait di Teheran sedang merampungkan proses Pengkajian terhadap draf yang Terdapat.
“Demi ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” kata Baghaei berbicara di televisi pemerintah, Sabtu (13/6/2026).
Sejumlah lembaga berwenang di Iran Lagi melakukan kajian intensif Kepada menetapkan posisi akhir negara terhadap draf kesepakatan. Pihak Iran juga memilih Kepada Kagak memberikan konfirmasi mengenai detail isi Arsip sebelum seluruh proses finalisasi selesai dilakukan.
