Pekanbaru, (ANTARA) – Sejumlah ruangan di Kantor Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, disegel pada Selasa, di tengah informasi mengenai operasi yang diduga dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di daerah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Tampak di Kantor Bupati Kuansing, pintu masuk ruang kerja Bupati Kuansing Suhardiman Amby terlihat dipasangi pita segel berwarna merah.
Selain ruang bupati, penyegelan juga dilakukan terhadap ruang kerja Wakil Bupati Kuansing Mukhlisin, Sekretaris Daerah Zulkarnain, dan Asisten I Setda Kuansing Fahdiasyah.
Hingga Informasi ini ditulis, belum Terdapat keterangan Formal mengenai pihak yang melakukan penyegelan maupun kaitannya dengan operasi yang berlangsung di daerah tersebut.
Sebelumnya, aktivitas yang diduga melibatkan tim KPK terpantau di Teluk Kuantan sejak Senin (29/6).
Demi itu, daerah tersebut tengah menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dan Festival Pacu Jalur Rayon II.
Salah satu Posisi yang menjadi perhatian adalah rumah dinas Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain.
Tampak sejumlah kendaraan patroli Brimob mendatangi Posisi dan mengawal sejumlah petugas yang masuk ke area rumah dinas tersebut.
Setelah petugas memasuki Posisi, pintu gerbang rumah dinas ditutup oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga.
Selain itu, beredar informasi bahwa Bupati Kuansing Suhardiman Amby sempat berada di Markas Polres Kuansing. Tetapi, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara Formal.
Demi wartawan mendatangi Polres Kuansing, akses menuju area tertentu dijaga aparat kepolisian.
Petugas yang berjaga meminta wartawan berkoordinasi dengan Seksi Humas Polres Kuansing Buat memperoleh keterangan lebih lanjut.
“Apabila Ingin konfirmasi silakan langsung kepada Kasi Humas Polres,” kata seorang petugas di Posisi.
Pada Senin malam, sejumlah kendaraan terlihat bergerak dari kawasan rumah dinas Sekda Kuansing menuju Pekanbaru. Sementara itu, aktivitas kendaraan juga terpantau di Mapolda Riau hingga malam hari.
Tetapi demikian, hingga kini belum Terdapat keterangan Formal dari pihak kepolisian maupun KPK terkait rangkaian kegiatan yang berlangsung di Kuansing tersebut.
Demi dimintai konfirmasi, Biro Pemberitaan KPK hanya memberikan balasan singkat melalui layanan pesan WhatsApp.
“Terima kasih telah menghubungi Tim Pemberitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kami akan segera merespons pesan Anda,” demikian pesan yang diterima wartawan.
