Pariwisata Tak Dapat dipandang sebagai sektor yang berdiri sendiri
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Kegiatan tari kolosal Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Tak hanya sebagai agenda seni budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah berbasis wisata karena Pandai menghubungkan sektor pariwisata dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang Tak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan berbagai sektor usaha yang saling mendukung,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, di Lumajang, Jumat
Menurutnya, pengembangan pariwisata di Lumajang Demi ini diarahkan pada penguatan manfaat ekonomi yang lebih luas, bukan sekadar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Sektor pariwisata Mempunyai daya ungkit yang besar karena melibatkan banyak pelaku usaha dan aktivitas ekonomi yang saling terhubung, mulai dari UMKM, transportasi lokal, penyedia akomodasi, pelaku ekonomi kreatif, hingga pemasok berbagai produk lokal.
“Pariwisata Tak Dapat dipandang sebagai sektor yang berdiri sendiri. Di dalamnya terdapat keterkaitan dengan UMKM, ekonomi kreatif, transportasi, perdagangan, hingga berbagai usaha masyarakat yang saling mendukung,” tuturnya
Ia mengatakan, setiap agenda pariwisata, termasuk Segoro Topeng Kaliwungu, Tak hanya ditujukan Buat menarik wisatawan, tetapi juga menjadi sarana Buat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
Pengembangan pariwisata Demi ini Tak Kembali berfokus pada masing-masing destinasi secara terpisah, melainkan mendorong keterhubungan antarobjek wisata, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas.
“Dengan pendekatan tersebut, destinasi wisata, pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, dan berbagai layanan pendukung lainnya dapat tumbuh secara Berbarengan-sama dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” katanya.
Patria menjelaskan keberhasilan pariwisata Tak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari sejauh mana aktivitas pariwisata Pandai memberikan Akibat ekonomi yang Konkret bagi masyarakat lokal.
“Yang kami dorong bukan sekadar ramai pengunjung, tetapi bagaimana dampaknya Dapat menggerakkan ekonomi masyarakat secara Konkret,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Segoro Topeng Kaliwungu yang akan digelar pada 27-28 Juni 2026 diharapkan Tak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang Pandai memperkuat sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
