Segmen Milenial dan Gen Z Jadi Bidikan Konsentrasi Strategi PDI Perjuangan di Pamekasan

Foto BeritaJatim.com

Pamekasan (Liputanindo.id) – PDI Perjuangan mulai menggeser Konsentrasi strategi politik mereka dengan membidik segmen pemilih milenial dan Generasi Z guna mendongkrak perolehan Bunyi. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya jumlah pemilih muda yang dinilai Mempunyai pengaruh besar dalam menentukan arah politik, khususnya pada Penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan mendatang, Tak terkecuali di Pamekasan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi dalam Pelantikan Serentak Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Pamekasan, Periode 2026-2031 di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 282 Pamekasan, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Daniel Rohi juga menegaskan Apabila komposisi kepengurusan partai politik (parpol) yang dipimpinnya, sengaja didesain lebih inklusif terhadap generasi muda, khususnya generasi milenial maupun Gen Z, Tak terkecuali di Pamekasan.

“Komposisi kepengurusan kita targetkan 20 persen dari kalangan milenial dan 30 persen keterwakilan Perempuan, dan hal itu sudah dipenuhi. Asal Mula disadari atau Tak, melibatkan milenial ini merupakan keniscayaan karena ke depan tantangan terbesar kita adalah pemilih dari kalangan milenial,” kata Daniel Rohi.

Langkah tersebut bukan sekedar formalitas, tetapi sebagai strategi membangun kedekatan emosional dan politik dengan generasi baru pemilih. “Ketika partai menempatkan Kawan-Kawan milenial, mereka akan merasa punya keterwakilan. PDI Perjuangan bukan partai orang-orang Sepuh saja, tapi juga adaptif terhadap aspirasi anak muda,” ungkapnya.

“Kami meyakini arah politik kedepan akan sangat ditentukan Gen Z, ini era Gen Z dan Sekalian partai harus adaptif terhadap apa yang mereka mau termasuk Cita-cita mereka. Sehingga dengan adanya Gen Z di kepengurusan, program partai diharapkan Pandai menjawab aspirasi mereka,” tegasnya.

Selain itu pihaknya menilai pendekatan kepada generasi muda harus dilakukan dengan Metode yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan Era. Selain memanfaatkan media sosial, partai juga mulai aktif menggelar kegiatan kepemudaan, Percakapan publik, hingga program pemberdayaan ekonomi kreatif yang melibatkan anak muda.

“Pemilih muda sekarang lebih kritis dan aktif mencari informasi. Karena itu, pendekatan politik Tak Pandai Kembali hanya mengandalkan metode konvensional. Terlebih generasi milenial maupun Gen Z Mempunyai perhatian besar terhadap isu lapangan kerja, pendidikan, digitalisasi, serta Kesempatan usaha kreatif. Karena itu, kami berupaya menghadirkan program-program yang dianggap dekat dengan kebutuhan generasi muda,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga memasang Sasaran elektoral yang realistis Tetapi terbuka Kepada peningkatan kursi di DPRD Pamekasan, khususnya pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. “Sasaran minimal dua kursi, tapi Pandai lebih. Kita pernah punya lima kursi disini (DPRD Pamekasan), jadi bukan hal mustahil Kepada terulang,” tegasnya, optimistis.

Guna merealisasikan hal itu, penguatan struktur partai hingga level Dasar menjadi Konsentrasi Esensial. Setelah pembentukan PAC, selanjutnya Konsentrasi pada pembentukan ranting dan anak ranting di seluruh desa hingga tingkat RW.

“Kedepan kader akan dibekali supaya punya kesatuan pandang dan gerak dalam menjalankan strategi di Area masing-masing. Struktur Tiba Dasar ini Krusial Kepada memperkuat basis,” pungkasnya. [pin/kun]