RUPST Amar Bank sepakati pembagian dividen Kas Rp110,1 miliar

RUPST Amar Bank sepakati pembagian dividen tunai Rp110,1 miliar

Jakarta (ANTARA) – PT Bank Amar Indonesia Tbk (kode saham AMAR) melalui Rapat Biasa Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati pembagian dividen Kas sebesar Rp110,1 miliar atau setara dengan Rp6,11 per lembar saham.

Perseroan menyampaikan pembagian dividen menjadi Bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham. Adapun RUPST telah dilaksanakan pada Kamis (18/6).

SVP Finance Amar Bank David Wirawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa Pusat perhatian perseroan ke depan adalah menjaga pertumbuhan Keuntungan yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat Demi mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Per kuartal I 2026, Amar Bank membukukan Keuntungan Rapi sebesar Rp71,12 miliar.

Dari sisi penghimpunan Biaya, perseroan mencatat lonjakan Biaya pihak ketiga (DPK) sebesar 115,46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Seiring dengan pertumbuhan ini, perseroan menyatakan berhasil mengoptimalkan biaya Biaya.

Sedangkan penyaluran kredit bruto tumbuh melesat 30,62 persen (yoy) menjadi Rp4,16 triliun. Adapun total aset perseroan naik sebesar 34,72 persen (yoy) menjadi Rp6,93 triliun.

Kinerja pendapatan Amar Bank pada kuartal I 2026 didorong oleh perluasan pangsa pasar di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding).

Perseroan mencatat pendapatan operasional meningkat 13,82 persen (yoy) menjadi Rp527,76 miliar, sedangkan pendapatan Kembang Rapi (net interest income/NII) tumbuh 15,58 persen (yoy) menjadi Rp370,20 miIiar.

Menurut perseroan, kombinasi pertumbuhan kredit dua digit dan Pengembangan margin ini menegaskan model bisnis bank yang terukur (scalable) dan menguntungkan dalam menyongsong sisa tahun ini.

“Pencapaian kinerja positif di kuartal pertama 2026 ini merupakan bukti Konkret dari konsistensi strategi Amar Bank dalam menghadirkan solusi keuangan digital yang Terjamin dan terpercaya bagi segmen ritel dan UMKM,” kata Direktur Istimewa Amar Bank Vishal Tulsian.

Menurut Vishal, pertumbuhan kredit yang berhasil melampaui rata-rata industri menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital dihadirkan perseroan.

“Momentum positif ini memotivasi kami Demi Lanjut berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa setiap pencapaian membawa Akibat Konkret bagi inklusi keuangan di Indonesia,” ujar dia.

Perseroan memastikan agresivitas pertumbuhan Keuntungan dan kredit dijalankan secara selektif tanpa mengorbankan kualitas aset.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net turun tajam menjadi 0,86 persen, jauh membaik dibandingkan posisi Maret 2025 sebesar 1,48 persen. Sedangkan dari sisi permodalan, rasio CAR tercatat kuat di level 99,17 persen.

Demi sepanjang tahun ini, perseroan menjalankan strategi dengan Pusat perhatian pada Penemuan teknologi guna mengakselerasi pertumbuhan segmen ritel dan UMKM, mendorong pertumbuhan berbasis ekosistem lewat layanan embedded banking, serta memperluas dukungan terhadap sektor-sektor potensial seperti industri kreatif.