Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pembayaran gaji Demi manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tak akan menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, menjelaskan skema pembayaran gaji manajer KDMP akan dilakukan secara bertahap, di mana sumber anggaran pada dua tahun pertama akan berasal dari APBN.
Tetapi, dia menuturkan, sumber Biaya akan berasal dari pos anggaran yang sudah tersedia sebelumnya, bukan membuka alokasi anggaran baru.
“Kita akhirnya harus bayar selama dua tahun. Itu sebagian dari Biaya Kopdesnya belum dipakai. Kami masukin situ dulu. Jadi, nggak Terdapat tambahan baru ke APBN, nggak Terdapat tambahan defisit baru. Karena sudah dialokasikan di situ,” ujar Purbaya.
Baca juga: Kemenkop dan BNSP siapkan sertifikasi manajer kopdes merah putih
Di sisi lain, plafon pembiayaan dari Himpunan Bank Punya Negara (Himbara) Demi mendukung program KDMP yang dialokasikan sebesar Rp40 triliun belum sepenuhnya terserap. Purbaya mengatakan ruang anggaran ini Pandai digunakan Demi menutup kebutuhan awal anggaran operasional KDMP.
“Pembiayaan Himbara itu kan cicilannya Rp40 triliun, berarti belum dipakai Segala kan, akan di situ mungkin dipakai,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Askolani menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan APBN sebagai sumber anggaran Demi memenuhi pembayaran gaji pegawai KDMP pada tahap awal.
Skema tersebut disusun Demi menjadi jembatan bagi operasional koperasi sebelum memperoleh pendapatan sendiri.
