Satgas PKH-Kodam Pattimura berantas praktik ilegal tambang emas Buru

Satgas PKH-Kodam Pattimura berantas praktik ilegal tambang emas Buru

Ambon (ANTARA) – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Serempak Kodam XV/Pattimura memberantas berbagai praktik ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, melalui operasi terpadu mulai hari ini hingga 14 Mei 2026

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Tri Winarto di Ambon, Selasa mengatakan operasi tersebut Enggak hanya menertibkan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), tetapi juga menyasar berbagai aktivitas ilegal lain yang menyertainya, seperti peredaran minuman keras dan praktik prostitusi.

“Kami Enggak hanya melakukan pengosongan lahan, tetapi juga pembersihan total terhadap segala bentuk penyakit masyarakat yang menyertai aktivitas tambang ilegal ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, sebelum Penyelenggaraan operasi, Kasum TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon Serempak Satgas PKH telah melakukan peninjauan udara terhadap kawasan Gunung Botak Demi memetakan kondisi di lapangan.

Selanjutnya, tim terpadu yang terdiri atas unsur satuan tempur, Sokongan tempur, dan satuan teritorial dari Pulau Buru dan Pulau Ambon dikerahkan Demi melakukan penertiban, termasuk pengosongan area tambang, penyisiran base camp, serta Posisi pemurnian emas ilegal.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan 16 Penduduk negara asing asal China yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. Seluruh WNA tersebut telah diserahkan kepada Imigrasi Demi proses lebih lanjut.

Menurut dia, Intervensi keberadaan WNA serta praktik prostitusi dan peredaran minuman keras menunjukkan bahwa aktivitas tambang ilegal membawa Pengaruh serius terhadap stabilitas keamanan dan sosial masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas keamanan dan integritas negara Apabila dibiarkan Lalu berlangsung,” ujarnya.

Ia menegaskan, penertiban ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi kekayaan alam dari Pemanfaatan ilegal yang merusak lingkungan.

Kodam XV/Pattimura, lanjutnya, akan Lalu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Demi menata kembali kawasan Gunung Botak agar pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara Formal dan berkelanjutan.

“TNI hadir Demi mengawal kebijakan pemerintah daerah, sehingga pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan kontribusi Konkret bagi pendapatan Asli daerah dan kesejahteraan masyarakat secara Absah,” kata dia.