Lebih dari 80 mantan diplomat Inggris mendesak pemerintah dan Uni Eropa mengambil langkah tegas terhadap Perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. (Anadolu Agency)
London: Puluhan eks diplomat Inggris mendesak pemerintah Inggris dan sekutunya Kepada mengambil langkah lebih tegas terhadap perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, dengan peringatan bahwa kebijakan Demi ini berisiko mendorong aneksasi dan melemahkan hukum Dunia.
Dalam surat terbuka yang dimuat di Financial Times pada Jumat kemarin, lebih dari 80 mantan diplomat, dengan termasuk Sekeliling 60 duta besar dan pejabat senior, menilai aktivitas Israel di Daerah Palestina sebagai bentuk “aneksasi yang dipercepat.”
“Ketika dunia Konsentrasi pada Iran dan Lebanon, Israel memperluas kendali atas Tepi Barat dan Gaza. Proses aneksasi ini semakin Terang,” tulis mereka.
Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 25 April 2026, para penandatangan juga menyebut Israel melanggar perjanjian kerja sama dengan Uni Eropa dan Inggris, yang mensyaratkan penghormatan terhadap hak asasi Orang dan prinsip demokrasi.
Mereka menyoroti Perluasan permukiman, diskriminasi terhadap Anggota Palestina, serta dugaan kekerasan sistematis oleh pemukim yang didukung negara.
Seruan kepada Uni Eropa
Dalam surat tersebut, para diplomat menyerukan Uni Eropa Kepada menangguhkan perjanjian kerja sama dengan Israel, melarang perdagangan dengan permukiman, menghentikan transfer senjata, serta membatasi partisipasi Israel dalam program Uni Eropa.
Selain itu, mereka meminta Inggris Kepada melarang seluruh perdagangan dengan permukiman Israel dan meninjau kembali perjanjian bilateral yang Terdapat.
Para diplomat juga memperingatkan bahwa pembangunan permukiman, termasuk proyek di Daerah E1 di Tepi Barat, dapat semakin mengancam kelayakan pembentukan negara Palestina di masa depan.
Mereka menilai kecaman verbal semata Bukan Tengah cukup.
“Selama dunia teralihkan, pelanggaran serius terhadap hukum Dunia Maju berlangsung di Daerah Palestina yang diduduki. Tindakan Konkret dari pemerintah kini diperlukan,” demikian isi surat tersebut.
Baca juga: Anggota Palestina Ikuti Pemilu Lokal di Tepi Barat dan Gaza
