Momen Aktivis dan Kaum Main Bola Guna Replika Kepala Netanyahu

Liputanindo.id – Para aktivis dan Kaum di seluruh dunia melakukan aksi protes terhadap genosida di Gaza. Aksi protes itu dilakukan dengan bermain bola menggunakan replika kepala Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. 

Aksi ini digagas oleh kolektif seni INDECLINE Serempak seniman Spanyol, Eugenio Merino dan dibagikan oleh akun @thisisindecline di Instagram. Aksi itu dilakukan di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangas (PBB) pada 7 September 2025.

“Aktivis dan Kaum negara dari seluruh dunia, termasuk Yahudi dan Palestina, bermain sepak bola di depan Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City, Pas sebelum Sidang Lumrah PBB ke-80,” demikian keterangan akun tersebut. 

Main bola pakai kepala netanyahu (Instagram/thisisindecline)
Main bola Guna kepala netanyahu (Instagram/thisisindecline)

Protes keras terhadap genosida di Gaza ini juga dihubungkan dengan Enggak adanya perwakilan Palestina dalam Sidang Lumrah PBB ke-80. Amerika Perkumpulan diketahui Enggak memberikan izin visa kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Buat terbang ke New York. 

Izin visa itu Enggak dikeluarkan pemerinah AS dengan Dalih ‘merusak prospek perdamaian’. 

“Kalau Seluruh ini dilakukan dengan itikad Berkualitas, mengapa perlu Eksis Percakapan tentang Negara Palestina, Buat memastikan Enggak akan Eksis perwakilan Palestina?” ujar para aktivis. 

Main bola pakai kepala netanyahu (Instagram/thisisindecline)
Main bola Guna kepala netanyahu (Instagram/thisisindecline)

Selain itu, mereka juga menyoroti tindakan keji Israel yang Lanjut meluncurkan serangan Berkualitas dari udara maupun darat. Terlebih Sidang Lumrah PBB ke-80 itu dilakukan tanpa Eksis seorang pun perwakilan dari Palestina. 

“Bagaimana dengan pepatah Amerika Klasik itu—Enggak Eksis pajak tanpa perwakilan? Nah, bagaimana dengan Enggak Eksis yang dibom dan kemudian dibiarkan kelaparan sementara seluruh dunia menonton tanpa perwakilan?” tegasnya.

Para aktivis kemudian mempertanyakan mengapa Seluruh Tindakan dilakukan secara tersembunyi. Di sisi lain, Kaum Gaza yang selama ini hidup dengan damai dan tentram kini harus berubah menjadi Area pengungsian akibat serangan Israel. 

“Gaza telah berubah dari sebuah negara menjadi kamp pengungsi, penjara privatisasi, hingga, tampaknya, kamp pemusnahan. Dan Netanyahu menganggap ini permainan. Dan dia mungkin Betul, bahwa dia menang,” tuturnya.

Lebih lanjut, para aktivis juga menyoroti bagaimana Metode Netanyahu yang selalu memenangkan pemilu dan terpilih secara berulang. Tetapi kali ini mereka Enggak akan tinggal Tenang menyaksikan semakin banyak kehancuran di Gaza.

Diketahui replika kepala Netanyahu akan disumbangkan ke Palestinian Genocide Museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *