Prudential Indonesia tingkatkan antisipasi fraud yang kian kompleks

Prudential Indonesia tingkatkan antisipasi fraud yang kian kompleks

Jakarta (ANTARA) – Prudential Indonesia melakukan peningkatan upaya dalam mengantisipasi modus fraud yang dinilai semakin kompleks dalam industri asuransi kesehatan di tanah air.

Vice President Director Prudential Indonesia Vikas Sinha menyatakan industri asuransi kesehatan di Indonesia diproyeksikan Maju bertumbuh seiring dengan tingkat inklusi yang Lagi relatif rendah, Tetapi di sisi lain juga dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks.

Tantangan tersebut, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, salah satunya yakni keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem layanan kesehatan yang turut memicu peningkatan signifikan pada risiko fraud dalam klaim asuransi.

Menurut dia, fraud dalam asuransi kesehatan adalah isu yang Enggak hanya dapat mengakibatkan kerugian finansial, Tetapi juga berdampak langsung pada kepercayaan nasabah dan pada akhirnya melemahkan inklusi serta ketahanan keuangan masyarakat dalam jangka panjang.

“Oleh karena itu penanganan fraud bukan Tengah sekadar pemenuhan kepatuhan, melainkan pilar Istimewa keberlanjutan industri,” ujar dia.

Demi itu, tambahnya, perusahaan mengambil langkah proaktif guna memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang Berkualitas (Good Corporate Governance) serta melindungi kepentingan nasabah melalui penyelenggaraan program tahunan Risk Awareness Series 2026.

Melalui program tersebut dibagikan wawasan Demi meningkatkan literasi anti-fraud, memperkuat budaya sadar risiko, serta menegaskan komitmen Prudential Indonesia Demi menjalankan bisnis dengan integritas dan tata kelola yang Berkualitas.

Chair of the Board of Directors ACFE Indonesia Chapter Hery Subowo mengungkap Hasil Survei Fraud Indonesia 2025 yang menyebutkan tren pola fraud pada klaim kesehatan kian Berbagai Ragam seperti manipulasi Penaksiran, pengajuan klaim yang berulang, hingga penyalahgunaan identitas peserta.

Demi itu dia mendesak pelaku industri segera mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang tak Tengah Bisa ditunda.

Strategi pencegahan fraud dapat dilakukan melalui kombinasi penguatan proses manual seperti Pembuktian, audit, dan validasi klaim secara menyeluruh serta pemanfaatan teknologi berbasis IT, termasuk analitik data, AI, dan pemantauan real-time, Demi mengidentifikasi pola Enggak wajar sejak Pagi.

Sementara itu Direktur Sumber Daya Insan dan Biasa BPJS Kesehatan Vetty Yulianty Permanasari, mengungkapkan tren fraud klaim di lingkungan BPJS Kesehatan seperti klaim atas pelayanan yang Enggak diberikan, penggunaan obat-obatan dan/atau alat kesehatan yang berlebihan, hingga penjiplakan klaim,

“Upaya pencegahan fraud dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan manajemen risiko, peningkatan kapasitas SDM, kepatuhan Kawan, serta pemanfaatan data dan sistem deteksi Demi memastikan setiap potensi kecurangan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak Pagi,” ujarnya.

Terkait hal itu Vikas menambahkan perusahaan telah memperkuat deteksi fraud dengan mengintegrasikan AI, otomatisasi dan analitik data dalam proses pengelolaan klaim.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Prudential Indonesia Maria Rosalinda,menegaskan, melalui Risk Awareness Series 2026 diharapkan seluruh karyawan Mempunyai pemahaman dan kewaspadaan yang selaras dalam mengenali serta memitigasi potensi fraud sejak Pagi.

“Ini menjadi fondasi Krusial Demi Maju membangun ekosistem asuransi kesehatan yang Rapi, berkelanjutan, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia,” katanya.