Program Merekah Desa Ponorogo Bongkar Persoalan dari Akar

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Program Merekah Desa menjadi Ciptaan Pemkab Ponorogo Buat menyerap aspirasi Kaum langsung di desa.
  • Plt Bupati Lisdyarita turun langsung dan menginap di rumah Kaum Desa Senepo, Kecamatan Slahung.
  • Kepala OPD dilibatkan agar persoalan Kaum dapat ditangani Segera dan Pas.
  • Program ini diarahkan Buat mempercepat pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Ponorogo (Liputanindo.id) – Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita meluncurkan pendekatan baru melalui program Merekah Desa atau “bunda menginap di desa” sebagai strategi membongkar persoalan masyarakat langsung dari akar.

Program ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam memangkas sekat birokrasi dengan membawa pelayanan pemerintahan langsung ke desa-desa.

Penyelenggaraan perdana berlangsung pada 24–25 April 2026 di Desa Senepo, Kecamatan Slahung. Dalam agenda tersebut, Lisdyarita Kagak sekadar melakukan kunjungan formal, tetapi Betul-Betul menginap di rumah Kaum Berbarengan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Langkah tersebut menjadikan birokrasi lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

“Saya mengajak Sekalian kepala dinas ikut Merekah Desa yang pertama. Dengan begitu masyarakat dapat menyampaikan unek-unek langsung kepada pejabat yang berwenang,” Jernih Bunda Rita, Senin (4/5/2026).

Melalui pola jemput bola, Kaum Kagak Tengah harus menghadapi Mekanisme panjang Buat menyampaikan persoalan. Berbagai keluhan terkait infrastruktur, pelayanan publik, hingga kebutuhan ekonomi desa dapat disampaikan secara langsung kepada pengambil kebijakan.

Dialog antara pemerintah dan masyarakat berlangsung terbuka tanpa sekat, bahkan hingga malam hari.

Program ini juga menjadi sarana Krusial dalam memetakan kebutuhan riil masyarakat secara lebih presisi. Pemerintah daerah dapat mengidentifikasi persoalan lapangan sekaligus menggali potensi lokal Buat mendukung pembangunan yang lebih Pas sasaran.

“Kami akan teruskan program ini nanti ke desa-desa lain di Ponorogo,” terangnya.

Lisdyarita menegaskan bahwa Merekah Desa Kagak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dirancang sebagai metode pembangunan berbasis kebutuhan Konkret Kaum.

“Kami Mau upaya mempercepat pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui program ini, Pemkab Ponorogo mulai membangun Paras birokrasi yang lebih progresif dengan menghadirkan pejabat langsung di tengah masyarakat, mendengar persoalan secara Konkret, serta merumuskan solusi yang lebih Segera, terukur, dan efektif. [end/beq]