Program MBG Jangkau 62,4 Juta Penerima Manfaat dan Penggerak Ekonomi Daerah

Penyelenggaraan program MBG di Jawa Barat. Foto: Antara/M Fikri Setiawan.


Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, berdasarkan pemutakhiran data pada Sabtu pekan Lampau, telah menjangkau lebih dari 62,4 juta penerima manfaat mencakup anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui di seluruh Indonesia

Melansir Xinhua, Senin, 25 Mei 2026, Badan Gizi Nasional mengatakan pemerintah Lanjut mengakselerasi perluasan program ini sebagai langkah Mendasar dalam memperkuat ketahanan gizi nasional, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Insan (SDM) Indonesia sejak usia Pagi.

Dari total penerima manfaat tersebut, Grup pelajar sekolah mendominasi serapan program tersebut sebanyak 48,35 juta pelajar, yang merepresentasikan Nomor partisipasi sebesar 76,1 persen dari total populasi pelajar di Indonesia.

 


(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
 

Penggerak roda ekonomi daerah

Badan Gizi Nasional mengungkapkan dengan melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG telah berhasil merangsang aktivitas ekonomi daerah, sembari memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ekosistem program turut memberdayakan lebih dari 142 ribu pihak pemasok rantai makanan. Mayoritas dari pemasok tersebut bertumpu pada penggerak ekonomi kerakyatan, yakni UMKM, koperasi, serta Badan Usaha Punya Desa (BUMDes).

Sejak Formal diluncurkan pada 6 Januari 2025 silam, program MBG telah mendistribusikan sebanyak 8,3 miliar Bagian makanan bergizi. Operasional Buat pendistribusian tersebut ditopang oleh Sekeliling 29 ribu unit layanan gizi yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Daya jangkau program MBG telah menembus lebih dari 370 ribu institusi pendidikan. Rantai pasok dan pelaksanaannya pun sukses menyerap tenaga kerja secara masif dengan melibatkan lebih dari 1,28 juta pekerja Spesifik di sektor penyiapan dan distribusi makanan.