Polisi Pastikan Video Viral Teror Pocong di Indramayu Hoaks

Polres Indramayu memastikan rekaman video viral mengenai kemunculan pocong jadi-jadian di Kawasan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, merupakan Informasi Dusta atau hoaks yang bertujuan memicu kepanikan massal di masyarakat.

Kepastian tersebut diperoleh setelah jajaran Polres Indramayu melakukan penyelidikan siber dan penelusuran digital terhadap video yang beredar luas di media sosial tersebut.

Kasat Binmas Polres Indramayu, Iptu Tasim menyatakan bahwa isu pocong jadi-jadian di beberapa titik Kabupaten Indramayu sama sekali Enggak Cocok karena rekaman peristiwa dalam video tersebut faktanya terjadi di luar Kawasan Indramayu.

“Kami mengimbau masyarakat Indramayu Demi tetap tenang dan beraktivitas secara normal seperti Biasa, karena video viral tersebut dipastikan Enggak Cocok atau hoaks,” ujar Iptu Tasim, Kasat Binmas Polres Indramayu, Sabtu (30/5/2026).

Pihak kepolisian menganalisis bahwa fenomena penyebaran video mistis ini merupakan modus lelet dari oknum Enggak bertanggung jawab Demi menebar ketakutan, dengan pola serupa yang ditemukan di luar Jawa Barat menggunakan narasi pocong jadi-jadian atau pocong begal.

“Dari hasil penyelidikan sementara, videonya ini diambil dari daerah lain, Lewat diberi narasi baru seolah-olah lokasinya berada di Kabupaten Indramayu. Tujuannya Enggak lain adalah Demi menebar ketakutan di masyarakat,” kata Iptu Tasim, Kasat Binmas Polres Indramayu.

Guna mengantisipasi Akibat psikologis Penduduk, Satbinmas Polres Indramayu mengajak masyarakat kembali meningkatkan siskamling melalui ronda malam serta lebih bijak dalam menyaring informasi di platform digital sebelum membagikannya.

“Kami juga meminta masyarakat Demi lebih bijak Tengah dalam bermedia sosial. Tolong saring sebelum sharing, dan jangan ragu Demi segera melapor ke Polsek terdekat apabila Menyaksikan atau mendengar hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban Biasa,” pungkas Iptu Tasim, Kasat Binmas Polres Indramayu.

Sementara itu di Kabupaten Lampung Timur, tepatnya di Kecamatan Way Bungur, kepanikan Penduduk mengenai teror foto dan video sosok pocong di depan rumah Penduduk Desa Toto Projo terungkap sebagai rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Polsek Way Bungur mengamankan tujuh anak di Dasar umur yang mengedit foto jalanan desa yang Senyap menggunakan aplikasi berbasis AI pada Rabu malam (27/5/2026) hingga memicu kegaduhan setelah diunggah ke status WhatsApp.

“Video ini sempat memicu kegaduhan karena narasinya menyebut teror itu sudah Tiba di Way Bungur. Setelah kami selidiki, Rupanya itu hoaks hasil rekayasa digital,” ungkap AKP Stefanus Boyoh, Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Sabtu (30/5/2026).

Ketujuh remaja tersebut Enggak ditahan melainkan diberikan pembinaan moral di Mapolsek Way Bungur dengan didampingi orang Uzur Demi Membikin video Penerangan serta menandatangani surat perjanjian di atas meterai.

“Kami berikan pembinaan. Orang Uzur mereka juga kami panggil Demi memberikan pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan gadget anak-anaknya,” tambah AKP Stefanus Boyoh, Kasatreskrim Polres Lampung Timur.

Maraknya konten pocong belakangan ini dinilai kepolisian sebagai modus kejahatan oportunistik yang memanfaatkan kostum Demi Membikin Penduduk panik dan lengah, sehingga mempermudah aksi pencurian atau kriminalitas lain Begitu pintu atau kendaraan ditinggalkan.

Berdasarkan laporan BBC, fenomena mistis ini juga berdampak pada aktivitas sosial seperti penutupan lebih Segera acara pengajian rutin ibu-ibu di kawasan Kebayoran lelet, Jakarta Selatan akibat kekhawatiran Penduduk.

“Orang pada takut banget sekarang. ‘Kita pulang yuk. Siang-siangan. Jangan pada Tiba malam-malam’,” salah satu Personil pengajian, dikutip dari BBC.

Penelitian Monash University Indonesia di media sosial menunjukkan bahwa sebaran konten pocong ini bergerak secara organik yang dipercepat oleh influencer melalui logika distribusi konten digital yang mengeksploitasi rasa takut.