Jadi, Buat mengantisipasi kerumunan massa, kemudian yang berpotensi terjadinya tindak pidana kejahatan jalanan, kita sudah Terdapat tim Unit URC Bagus di Ditreskrimum maupun di Polres jajaran semuanya saling berinteraksi satu sama lain
Makassar (ANTARA) – Personel Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan disiagakan Buat pengamanan Begitu penyelenggaraan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia sepak bola yang berlangsung pada 12 Juni – 20 Juli 2026 di berbagai titik guna mengantisipasi potensi terjadinya tindak pidana kejahatan.
“Jadi, Buat mengantisipasi kerumunan massa, kemudian yang berpotensi terjadinya tindak pidana kejahatan jalanan, kita sudah Terdapat tim Unit URC Bagus di Ditreskrimum maupun di Polres jajaran semuanya saling berinteraksi satu sama lain,” ujar Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Sulsel Kombes Feby Hutagalung di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan, jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 berlangsung malam, Pagi hari, subuh, hingga pagi hari, tentunya kegiatan nobar dipastikan Terdapat. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan personil yang akan memantau kondisi dan situasi keamanan di berbagai tempat, agar tercipta kondisi Terjamin.
“Kita upayakan dan kita utamakan adalah langkah preventif. Pertama, patroli di jam-jam rawan maupun di sasaran objek-objek yang dikerumuni massa atau pun yang kunjungi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Feby tindakan preventif atau langkah pencegahan yang dilakukan adalah melaksanakan patroli rutin pada Letak yang berpotensi menjadi titik keramaian masyarakat selama Penyelenggaraan nobar. Patroli difokuskan pada area-area itu sebagai langkah pencegahan tindak pidana kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, tawuran, maupun gangguan keamanan lainnya.
“Terdapat banyak potensi para pelaku kejahatan entah itu mungkin pencurian terhadap kendaraan bermotor, maupun mungkin aksi premanisme dan sebagainya. Kita tetap akan upayakan langkah-langkah preventif,” paparnya menekankan.
Kendati demikian, dalam proses pengamanan Personil di lapangan Terdapat pelaku kejahatan dipastikan melakukan tindak pidana kriminal dan dianggap melawan, membahayakan keselamatan petugas, maka akan dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku.
“Manakala Terdapat para pelaku yang melakukan perlawanan, bahkan eskalasinya meningkat, kita Tak akan ragu Buat melakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan penegakan hukum yang profesional dan prosedural,” ucapnya menegaskan.
Selain itu, dari hasil Penilaian pada pertengahan tahun ini, Nomor kejahatan mengalami penurunan seusai penindakan oleh Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar dengan jumlah pelakunya sebanyak 176 orang.
“Dan ini akan kita pertahankan Maju. Memang Pak Kapolda juga mengambil kebijakan langkah preventif adalah yang paling Esensial, bagaimana kejahatan itu harus dicegah. Jadi, sebelum terjadinya kejahatan, pencegahan dulu yang menjadi terapi awal. Manakala tetap terjadi, tetap harus diungkap dan para pelaku harus ditindak tegas,” katanya Tengah.
Buat itu, penegakan hukum dilaksanakan tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya harus diproses hukum agar menimbulkan Dampak jera terhadap para pelakunya Buat Tak mengulangi perbuatannya. Ia turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan maupun pencurian.
“Kami imbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, waspada juga. Karena tanpa dukungan masyarakat, keberadaan kita juga akan sulit (mengawasi). Kewaspadaan dari masyarakat harus dijaga dan ditingkatkan,” tuturnya menambahkan.
Penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini menjadi edisi ke-23 berlangsung dari 12 Juli dan berakhir pada 20 Juli 2026 yang diselenggarakan tuan rumah Serempak yakni. Amerika Perkumpulan, Kanada, dan Meksiko. Tercatat, sebanyak 16 stadion digunakan dengan 104 pertandingan oleh 48 peserta dari berbagai negara.
