Wabah Siklospora Terbesar dalam Sejarah AS Menginfeksi Ribuan Orang

Ribuan Anggota di 41 negara bagian Amerika Perkumpulan terinfeksi siklosporiasis dalam wabah terbesar sepanjang sejarah negara tersebut. Kasus infeksi akibat parasit Cyclospora ini berdampak paling parah di Michigan, seperti dilaporkan oleh Detikcom.

Gejala penyakit usus ini memicu kram perut hebat serta diare parah yang menyerang para penderitanya hingga puluhan kali dalam sehari. Penyakit ini menular ketika seseorang menelan parasit yang mencemari bahan pangan segar.

Nick Palmiter, seorang Anggota Monroe County berusia 29 tahun, mengalami gejala parah hingga harus dirawat di unit Darurat darurat rumah sakit akibat infeksi tersebut.

“Saya akan Bagus-Bagus saja,” katanya dalam hati.

Kondisinya Maju memburuk seiring berjalannya waktu hingga ia merasakan nyeri dada dan tekanan gas berlebih di dalam perutnya.

“Saya Betul-Betul kesakitan,” ujar Palmiter. “Tiba pada titik saya harus ke Ruangan mandi Sekeliling 15 hingga 20 kali sehari.”

Ia juga menambahkan bahwa tubuhnya terasa sangat lemas selama terserang wabah ini.

“Penyakit ini Betul-Betul Membangun Anda merasa sangat sakit,” kata Palmiter mengenai pengalamannya.

“Rasanya seperti Anda sudah Tak Mempunyai tenaga sedikit pun Tengah.”

Kondisi di masyarakat menjadi penuh dengan rasa cemas dan ketakutan akibat lonjakan infeksi di Daerah pedesaan tersebut.

Michelle Palmiter, ibu dari Nick, mengonfirmasi tingkat kepanikan Anggota Sekeliling yang Membangun banyak orang langsung membuang bahan makanan segar mereka.

“Saya Menyaksikan banyak orang yang panik karena ini,” katanya.

Michelle menceritakan aksi keponakannya yang mengosongkan isi lemari pendingin dan membuang produk segar termasuk semangka.

“Alih-alih mencucinya hingga Bersih Lewat memotongnya, dia langsung membuangnya,” kata Michelle.

Gaya hidup Anggota pun berubah drastis karena Tak Tengah berani mengonsumsi buah dan sayuran mentah.

“Yang Niscaya saya sama sekali Tak makan di luar,” ujarnya.

Timbulnya kepanikan massal juga dipicu oleh minimnya kepercayaan publik terhadap respons penanganan dari otoritas pemerintah.

“Kami Tak mempercayai apa pun yang mereka sampaikan tentang wabah ini,” katanya.

Penyelidikan Sumber Infeksi dan Respons FDA

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pertama kali mendeteksi infeksi ini pada 13 Mei. Sejumlah ritel besar seperti Walmart, Jack in the Box, dan Taco Bell segera menarik produk selada iceberg sebagai tindakan pencegahan.

Francisco Diez-Gonzalez, Direktur Center for Food Safety di University of Georgia, menyebut pengurutan genetik parasit ini sangat rumit di laboratorium.

“Kita sedang berhadapan dengan patogen yang memang sangat sulit diteliti di laboratorium,” kata Diez-Gonzalez.

Proses identifikasi terkendala oleh munculnya gejala yang memakan waktu beberapa minggu setelah pemaparan awal.

“Dalam kasus ini, menemukan beberapa kista Cyclospora dalam sampel selada Betul-Betul seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” lanjutnya. “Ini Tak mudah.”

FDA sempat menyatakan sampel dari pemasok Taylor Farms positif mengandung parasit, Tetapi membatalkannya dalam 24 jam karena Rupanya positif Bajakan. Ahli menyayangkan pengumuman premature tersebut.

“Apakah mereka Mempunyai bukti yang cukup kuat Buat mengumumkannya ke publik, itu yang patut dipertanyakan,” katanya.

Kesalahan penyampaian informasi berisiko mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kesehatan publik.

Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr menyatakan bahwa wabah sudah terkendali. Tetapi, CDC mencatat terdapat 4.173 kasus terkonfirmasi dan Sekeliling 7.400 kasus lain Tetap diteliti, dominan dari Michigan dan Ohio.

Pengalaman Penderita di Daerah Pedesaan

Brian Clare, seorang petani gandum dan peternak sapi berusia 52 tahun di Monroe County, turut mengeluhkan rasa sakit luar Lazim akibat penyakit ini.

“Ini adalah hal paling menyakitkan yang pernah saya alami seumur hidup,” kata pria berusia 52 tahun itu.

Ia terpaksa membawa perlengkapan sanitasi ke area pertanian demi mengantisipasi gejala mual dan buang air yang mendadak.

“Ketika merasa harus pergi ke toilet, Anda punya waktu kurang dari dua menit,” ujarnya. “Apa pun yang terjadi, itu akan keluar.”

Meskipun menderita, Clare enggan pergi ke dokter karena kendala waktu serta keterbatasan asuransi kesehatan.

“Saya Tak punya waktu Buat pergi ke dokter,” katanya.

“Kebanyakan petani memang berusaha mengobati diri sendiri. Tengah pula, kami Tak Mempunyai perlindungan asuransi kesehatan yang bagus.”

Pengalaman infeksi ini mengubah kebiasaannya dalam mengolah bahan makanan dan membeli buah-buahan.

“Saya Tak akan pernah Tengah membeli raspberi di toko sepanjang hidup saya,” kata Clare.

“Pengalaman ini Betul-Betul menyiksa.”