PERURI-KTI Foundation beri pelatihan ekonomi ke penyandang disabilitas

PERURI-KTI Foundation beri pelatihan ekonomi ke penyandang disabilitas

agar Sahabat-Sahabat disabilitas dapat Lalu berkarya dan berkontribusi Konkret dalam kegiatan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan Standar Percetakan Duit Republik Indonesia (PERURI) Serempak Ciptaan Tuli Indonesia (KTI) Foundation memberikan pelatihan ekonomi berupa pencetakan sablon kepada penyandang disabilitas.

Head of Corporate Secretary PERURI Adi Sunardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan Figur komitmen perusahaan dalam memperluas akses pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami Demi mendorong pemerataan kesempatan agar Sahabat-Sahabat disabilitas dapat Lalu berkarya dan berkontribusi Konkret dalam kegiatan ekonomi,” ujar Adi.

Pelatihan dirancang Demi membekali peserta dengan keterampilan dasar cetak sablon.

Keahlian praktis ini diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan baru, membuka Kesempatan usaha Berdikari, serta menjadi bekal yang kuat Demi Bertanding di dunia kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta Kagak hanya memperoleh keterampilan teknis yang aplikatif, tetapi juga peningkatan kepercayaan diri,” tambahnya.

Dia pun menyampaikan bahwa program ini menjadi bukti komitmen perusahaan Demi tetap berpijak pada upaya pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan dasar yang membuka kemandirian ekonomi, di tengah proses transformasi perusahaan.

Langkah ini juga disebut menjadi Figur Konkret kontribusi PERURI terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pilar Pekerjaan Layak dan Berkurangnya Kesenjangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Founder KTI Foundation Inaraya menuturkan pelatihan menyablon dipilih karena relatif mudah dipelajari dan Mempunyai prospek bisnis yang menjanjikan.

“Lagi banyak penyandang disabilitas dengan potensi dan semangat tinggi yang belum mendapatkan akses pelatihan yang Benar. Keterampilan sablon ini Dapat menjadi bekal yang sangat relevan bagi mereka, Berkualitas Demi merintis wirausaha maupun bekerja di sektor percetakan,” Terang Inaraya.

Kedua pihak berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah Konkret dalam membangun ekosistem yang ramah disabilitas dan mendukung terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.