Pengguna IKD di Ponorogo Rendah, Ini Alasannya

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Ponorogo belum Bisa menarik minat masyarakat secara luas. Rendahnya penggunaan aplikasi Arsip kependudukan digital itu disebut tak lepas dari belum maksimalnya penerapan layanan berbasis IKD di berbagai sektor pelayanan publik.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo mencatat, dari Sekeliling 780 ribu pemilik KTP elektronik, baru Sekeliling 15 ribu Penduduk yang telah mengaktifkan IKD di smartphone mereka. Jumlah itu Tetap berada di Bilangan 2,13 persen.

Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Dhutarso Aviantoro, mengakui penggunaan IKD Tetap rendah. Salah satu penyebab utamanya karena masyarakat belum Betul-Betul merasakan manfaat praktis dari aplikasi tersebut dalam urusan administrasi sehari-hari.

“Awalnya pemerintah pusat menargetkan hingga 30 persen, tapi karena sulit jadi Terdapat penyesuaian Sasaran,” kata Dhutarso Aviantoro, ditulis Jumat (22/5/2026).

Menurut Avi, sapaan akrab Dhutarso Aviantoro, IKD disiapkan sebagai identitas Formal berbasis digital. Di dalam aplikasi itu termuat NIK, Kartu Keluarga, hingga Arsip kependudukan lainnya. Tetapi, penggunaannya di lapangan Tetap belum sepenuhnya diterapkan, Bagus oleh berbagai instansi maupun Kawan pelayanan. Akibatnya, masyarakat tetap diminta membawa atau menyerahkan Arsip fisik Demi mengurus administrasi, Bagus Buat kebutuhan perbankan, layanan kesehatan, maupun urusan administrasi lainnya.

“Ke depan Terdapat regulasi dari pemerintah Buat mewajibkan penggunaan digitalisasi ini, termasuk juga di Kawan kependudukan sehingga Bukan perlu fotokopi Tengah,” katanya.

Kondisi tersebut Membangun sebagian masyarakat memilih tetap menggunakan Arsip fisik dibanding mengaktifkan IKD. Alasan, penggunaan aplikasi digital itu dinilai belum memberikan perbedaan signifikan dalam proses pelayanan. Meski demikian, Dispendukcapil Ponorogo tetap menargetkan kenaikan pengguna IKD tahun ini hingga mencapai 3,81 persen atau bertambah Sekeliling 8 Tiba 10 ribu pengguna baru.

Buat mengejar Sasaran tersebut, Dispendukcapil mulai menerapkan strategi jemput bola. Aktivasi IKD bakal digencarkan Demi perekaman KTP elektronik, Bagus Demi perekaman di sekolah-sekolah maupun bagi masyarakat yang datang langsung ke kantor pelayanan. “Karena ke depan akan Terdapat efisiensi anggaran, bahkan berdampak pada stok blanko juga, jadi IKD ini akan semakin dibutuhkan,” pungkasnya. (end/kun)