Pengamat: Kolaborasi Bappenas – Airbus Dapat tingkatkan SDM penerbangan

Pengamat: Kolaborasi Bappenas - Airbus bisa tingkatkan SDM penerbangan

Jakarta (ANTARA) – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai kolaborasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dengan Airbus dapat meningkatkan sumber daya Mahluk atau SDM di bidang industri penerbangan.

“Dapat (meningkatkan) sepanjang Terdapat pengawasan yang ketat, karena peningkatan SDM ini Kagak hanya persoalan skill profesional tapi bagaimana juga meningkatkan daya tarik investor,” ujar Trubus Demi dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Dia melanjutkan bahwa Indonesia Dapat kompetitif, sehingga paling Kagak menjadi tumpuan bagi industri-industri pesawat terbang yang membutuhkan SDM dari Indonesia, terutama teknisi kemudian juga pilot.

“Paling Kagak menjadi tumpuan bagi industri-industri pesawat terbang yang membutuhkan SDM kita, terutama teknisi, kemudian dari sisi pilot,” katanya.

Sebagai informasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengungkapkan Joint Declaration of Intent atau JDI antara Bappenas dengan produsen pesawat Airbus memperkuat pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia.

Menurut dia, Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun peta jalan industri kedirgantaraan dan Demi itu Bappenas Maju berkomitmen mengawal pengembangan ekosistem industri kedirgantaraan.

Sebagai tindak lanjut dari Joint Declaration of Intent yang ditandatangani pada hari ini, ujar Rachmat, Airbus akan bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kolaborasi ini akan terintegrasi Maju dengan Airbus dan didukung Maju oleh kementerian/lembaga, BUMN, perguruan tinggi, swasta Indonesia sebagai pusat pertumbuhan kedirgantaraan di kawasan Asia Pasifik.

Rachmat berharap PTDI Dapat menjadi tier 1 supplier bagi Airbus yang artinya PTDI Dapat mulai Membangun sayap utuh bagi pesawat Airbus atau bahkan pesawat yang nantinya akan membangun pabrik di Kertajati.

“Demi itu diperlukan peningkatan standardisasi, kualitas layanan, efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta Kagak kalah Krusial penguatan sumber daya manusianya. Dan ini Maju didorong agar pertumbuhan industri kedirgantaraan tumbuh berkelanjutan,” kata Rachmat.