Peneliti Unhas hadirkan produk gula aren yang lebih alami dan efisien

Peneliti Unhas hadirkan produk gula aren yang lebih alami dan efisien

Makassar (ANTARA) – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Prof Syahidah PhD memaparkan hasil penelitian mengenai Langkah pengolahan gula aren yang lebih efisien, menghasilkan mutu yang lebih konsisten, sekaligus tetap mempertahankan Watak alami gula aren.

Prof Syahidah di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, mengatakan penelitian yang dilakukan sejak 2016 itu melahirkan empat Ciptaan produk gula aren serta teknologi pengolahan yang Pandai memangkas waktu produksi hingga Sekeliling 50 persen.

Ia menjelaskan, Kalau sebelumnya proses pembuatan gula aren serbuk membutuhkan waktu Sekeliling tujuh hingga delapan jam, maka teknologi yang dikembangkan tim peneliti Unhas Pandai menyelesaikannya hanya dalam waktu Sekeliling tiga Separuh hingga empat jam.

“Gula aren sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Begitu kami memulai penelitian pada 2016, belum Terdapat informasi mengenai standar kualitas gula aren yang diproduksi dan beredar di Sulawesi Selatan. Padahal, potensinya sangat besar dan menjadi sumber Pendapatan masyarakat di banyak daerah,” ujarnya.

Ia mengatakan, penelitian tersebut berangkat dari besarnya potensi tanaman aren di Sulawesi Selatan yang Dekat tersebar di seluruh kabupaten.

Tetapi hingga Begitu itu belum tersedia acuan mengenai standar mutu gula aren yang diproduksi masyarakat, sementara permintaan terhadap produk ini Lalu meningkat.

Selain memangkas waktu produksi, kata dia, Ciptaan yang dikembangkan juga menghilangkan penggunaan bahan pengawet maupun bahan tambahan lain yang lazim digunakan dalam pengolahan gula aren tradisional, seperti kemiri, kelapa parut atau minyak goreng.

Pendekatan ini menghasilkan produk yang lebih alami dengan kualitas yang lebih konsisten.

“Perbedaan produk kami dengan gula aren yang sudah beredar di pasaran adalah proses pembuatannya Bukan menggunakan bahan pengawet maupun bahan tambahan lainnya yang Standar digunakan oleh pengrajin gula aren,” tambah Prof Syahidah.

Empat Ciptaan yang dikembangkan meliputi gula aren Likuid, gula aren kubus, gula aren serbuk, dan gula aren sachet. Dari empat produk tersebut, tiga di antaranya telah memperoleh izin edar BPOM RI, sedangkan produk gula aren sachet Lagi dalam proses penyelesaian administrasi.

“Bagi kami, izin edar merupakan pintu pembuka agar produk hasil riset dapat dipasarkan lebih luas dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” katanya.

Prof. Syahidah menuturkan, permintaan terhadap produk gula aren hasil risetnya sebenarnya telah datang sejak beberapa waktu Lewat. Tetapi, tim memilih menunda perluasan pemasaran hingga seluruh aspek legalitas terpenuhi.

“Permintaan pasar sebenarnya sudah cukup tinggi. Tetapi kami memilih menahan perluasan pemasaran karena Mau memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Sekarang, setelah izin edar diperoleh, kami semakin percaya diri Demi memperluas distribusi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tambah Prof Syahidah.

Sertifikat izin edar dari BPOM diserahkan pada kegiatan Percepatan Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang diselenggarakan BPOM RI bekerja sama dengan Unhas di Makassar, Sabtu (11/7).