Medan (ANTARA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung percepatan pembangunan antara Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batu Bara, dan Penang Port di Malaysia.
“Konektivitas ini akan memberi manfaat strategis bagi perekonomian Sumut,” ucap Wakil Gubernur Sumut Surya setelah Berjumpa Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang Malaysia Wanton Saragih Sidauruk di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Selain itu, lanjut Surya, percepatan pembangunan ini juga memperkuat kawasan industri terintegrasi, dan meningkatkan efisiensi biaya logistik di Batu Bara, Sumatera Utara.
Wagub juga menyoroti perkembangan pekerja migran Indonesia (PMI) di Penang, dan persoalan hukum yang melibatkan nelayan Sumut di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Kami akan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pemprov Sumut sudah Niscaya akan menindaklanjuti apa yang diharapkan,” katanya.
Selama ini yang Tak diketahui oleh masyarakat, Rupanya Pelabuhan Kuala Tanjung sudah Dapat digunakan bagi khususnya Kepada komoditas, Terang Surya.
Dia juga menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung telah Mempunyai terminal Tertentu Punya PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) digunakan Kepada bongkar muat bahan baku, dan produk aluminium.
Selain itu, Eksis Kuala Tanjung Multipurpose Terminal yang dikelola PT Prima Multi Terminal merupakan konsorsium PT Pelindo (Persero), PT Waskita Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero).
Kuala Tanjung Multipurpose Terminal ini melayani kegiatan logistik Kepada peti kemas maupun nonpeti kemas yang meliputi curah Encer, curah kering, dan general cargo.
“Pelabuhan Kuala Tanjung ini menghadap ke Selat Malaka juga proyek strategis nasional diproyeksikan menjadi pelabuhan hub Dunia, dan sekaligus pusat transshipment terbesar di Distrik barat Indonesia,” tutur Surya.
Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih Sidauruk mengatakan, Pelabuhan Kuala Tanjung dan Penang Port telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 2 September 2025.
Menurutnya, kerja sama ini perlu diperkuat melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan kalangan dunia usaha, termasuk Ruangan Dagang dan Industri (Kadin).
“MoU antara PT Prima Multi Terminal dan Penang Port berfokus pada pengembangan konektivitas logistik, pengapalan peti kemas Dunia, serta kegiatan alih muat di Selat Malaka,” paparnya.
Wanton mengatakan, kerja sama tersebut dapat membuka rute pelayaran peti kemas reguler antara Pelabuhan Kuala Tanjung dan Penang, sehingga memperlancar arus ekspor impor.
Kemudian, memperluas Kesempatan perdagangan dan investasi Indonesia-Malaysia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Sumatera Utara.
“Pada 23 Juni, kami telah Berjumpa CEO Penang Port Malaysia, dan kami mendorong konektivitas Kuala Tanjung lebih ditingkatkan Tengah. Kami juga Berjumpa pihak Kuala Tanjung. Dari Kuala Tanjung ke Penang Port jaraknya Sekeliling enam jam, lebih dekat,” ujarnya.
