Timika (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah mendorong pengembangan budi daya kepiting bakau di Kawasan itu guna menjaga keberlangsungan ekspor kepiting bakau yang Ketika ini Mempunyai permintaan cukup tinggi di beberapa negara.
Bupati Mimika Joahannes Rettob di Timika, Sabtu, mengatakan ekspor kepiting ke luar Mimika dan beberapa negara Ketika ini Lagi bergantung pada hasil tangkapan masyarakat.
“Kami Mimika ini tergantung dari hasil tangkapan. Kalau hasil tangkap Tak Bisa menjamin keberlangsungan dan kesinambungan ekspor,” ujarnya.
Sebagai daerah pengirim, ketersediaan komoditas Krusial ketika permintaan pengiriman keluar daerah semakin tinggi sehingga, solusi yang paling Betul guna memastikan ketersediaan komoditas perikanan terutama kepiting budi daya.
“Ketika ini, kami sudah mendapatkan pesanan dari Cina, Malaysia, dan Singapura. Sehingga kita harus pastikan komoditas perikanan kita selalu Terdapat sehingga proses budi daya harus segera kita lakukan,” ujarnya.
Ia mengatakan pemkab setempat sebelumnya pernah mencoba melakukan budi daya kepiting bakau di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah, Tetapi Tak dapat berjalan secara optimal.
“Tahun Lewat kita sudah mulai di Kekwa tapi Rupanya Tak berjalan maksimal, mungkin karena kurang pendampingan atau bagaimana? Kami akan mencari Kembali pola baru agar proses budi daya berjalan secara maksimal,” ujarnya.
Beberapa komoditas perikanan Mimika yang Mempunyai nilai ekonomi yang tinggi meliputi kepiting bakau, udang, dan ikan.
Kantor Bea Cukai Mimika mencatat ekspor kepiting bakau (karaka) dari Kabupaten Mimika, Papua Tengah ke Malaysia dan Singapura dari Januari hingga Mei 2026 mencapai 16,9 ton.
