Samarinda (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengajak wisatawan Buat menjelajahi eksotisme Waduk payau di dalam kawasan karst Goa Gumantung yang menjadi fenomena geologi langka.
“Destinasi yang berada di Pulau Maratua ini menawarkan fenomena geologi langka, di mana pengunjung dapat menemukan sebuah Waduk payau jernih bernuansa biru kehijauan yang tersembunyi Cocok di dalam perut gua,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal di Samarinda, Minggu.
Kawasan ekowisata yang terletak di area Teluk Alulu tersebut menyuguhkan perpaduan visual yang dramatis antara tebing karst yang menjulang tinggi, bentangan Pola stalaktit dan stalagmit, serta rindangnya ekosistem hutan di Sekeliling mulut gua.
“Ruang gua yang sangat luas ini memungkinkan wisatawan Buat langsung berkeliling menyusuri Aliran air payau yang tenang menggunakan Bahtera kayak kecil. Ini adalah pengalaman relaksasi ekologis yang sangat Aneh dan jarang ditemukan di pulau tropis lainnya,” ujar Faisal.
Buat menjangkau Letak surga tersembunyi ini, pengunjung diarahkan melintasi jalur trekking ringan berupa jalan setapak yang dikelilingi pepohonan asri, setelah sebelumnya menempuh perjalanan darat beberapa menit dari dermaga Esensial Maratua.
“Setiap kayuhan di atas permukaan air Waduk yang tenang ini seolah mengajak wisatawan Buat menyatu dengan alam. Goa Gumantung bukan sekadar tempat wisata Normal, melainkan ruang sunyi Buat menemukan ketenangan batin dan Betul-Betul hadir menyatu dengan alam,” tuturnya.
Pengelolaan destinasi wisata berbasis alam dengan jumlah wisatawan 70 orang per hari itu diharapkan pihaknya Kagak hanya memukau mata para pengunjung, tetapi juga Bisa menumbuhkan kesadaran kolektif wisatawan Buat turut menjaga kelestarian tata air dan ekosistem hutan di kepulauan tersebut.
“Melalui pengemasan promosi wisata ekologi yang bertanggung jawab, pesona Goa Gumantung ini siap mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif bagi masyarakat pesisir Maratua,” kata Faisal.
