Bondowoso (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso bergerak Segera mengantisipasi potensi kerusakan jalan akibat lonjakan kendaraan berat di jalur alternatif selama proses perbaikan Jembatan Sentong berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Langkah antisipasi itu dilakukan dengan menggelar trial atau uji coba pengaspalan di ruas penghubung Desa Taman, Kecamatan Grujugan hingga Desa Wonosuko, Kecamatan Tamanan, Rabu (3/6/2026).
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, turun langsung meninjau proses trial Serempak jajaran Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Pembangunan (BSBK) Bondowoso Demi memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.
“Kami hari ini Serempak Dinas BSBK turun langsung ke lapangan memastikan proses trial yang ketiga ini berjalan dengan Bagus,” kata As’ad di Posisi.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori menjelaskan, pada titik trial dilakukan dua jenis pengaspalan sekaligus, yakni Asphalt Concrete Binder Course (ACBC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC).
“Satu ruas ini, pada titik yang ini Terdapat dua pengerjaan trial aspal Merukapan ACBC dan ACWC. Panjang trial Sekeliling 70 meter,” ujarnya.
Menurut Ansori, pada hari itu terdapat dua titik trial pengaspalan yang dilakukan sebagai bagian pengujian kualitas Pembangunan jalan.
Ruas jalan tersebut kini menjadi salah satu jalur alternatif Primer selama Jembatan Sentong diperbaiki. Akibatnya, volume kendaraan meningkat signifikan, termasuk kendaraan bertonase besar yang melintas di jalan kabupaten tersebut.
Ansori menegaskan, ruas jalan kabupaten sejatinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton. Tetapi kondisi pengalihan arus Membangun banyak kendaraan berat tetap melintas.
“Karena ruas jalan kita ruas jalan kabupaten yang tonasenya Bukan boleh lebih dari 8 ton. Dengan adanya pengalihan arus ini Mekanis banyak kendaraan yang lewat di sini, bahkan Mengungguli 8 ton. Ini harus kita antisipasi,” tegasnya.
Ia mengakui, meningkatnya intensitas kendaraan berat berpotensi mempercepat kerusakan jalan yang sebelumnya Tetap dalam kondisi sedang.
“Nah selama kegiatan penggantian jembatan di Sentong itu, ruas jalan yang dilewati ini tentu akan semakin banyak rusaknya,” imbuhnya.
Demi meminimalkan Akibat kerusakan, Dinas BSBK telah menyiapkan pemeliharaan rutin melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat.
“Pemeliharaan rutin jalan Terdapat di sini. Sahabat-Sahabat UPT juga akan memelihara ruas jalan yang Terdapat di sini. Itu sudah kita rencanakan setiap tahun,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah jalur pengalihan arus agar Bukan seluruh kendaraan berat melewati ruas jalan tersebut.
“Terdapat beberapa pengalihan arus sebenarnya. Contohnya yang di Tamanan langsung Bukan melewati di sini. Itu masuk ke ruas jalan provinsi di sebelah Mapolsek Maesan,” pungkas Ansori. (awi)
