Gempa Kembar Guncang Venezuela Dua Kali Beruntun

Dua gempa bumi besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Kawasan utara Venezuela di dekat kota Morón pada Rabu (24/6) sore Sekeliling pukul 18.00 waktu setempat. Guncangan beruntun yang berjarak kurang dari satu menit tersebut meruntuhkan sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan memicu penetapan status keadaan darurat nasional.

Badan Survei Geologi Amerika Perkumpulan (USGS) melaporkan bahwa episentrum kedua gempa hanya berjarak Sekeliling 3 mil dan terletak 100 mil di sebelah barat Caracas. Dampak guncangan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur publik, termasuk Bandara Global Maiquetia yang terpaksa ditutup sementara.

Otoritas seismologi menyatakan bahwa gempa kembar ini menjadi salah satu yang terbesar yang pernah melanda Venezuela sejak tahun 1900. Perkiraan awal dari permodelan USGS menunjukkan potensi korban tewas dapat berkisar antara 10.000 hingga 100.000 jiwa akibat meluasnya Dampak kerusakan struktural.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi situasi keamanan Penduduk negaranya di Kawasan terdampak. KBRI Caracas melaporkan Kagak Eksis kerugian material maupun korban dari pihak Indonesia.

“Pemerintah Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan situasi pasca-gempa bumi yang mengguncang Kawasan pesisir utara Venezuela,” kata Henny Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri.

Pihak kedutaan memastikan seluruh diplomat dan Penduduk negara Indonesia yang berada di Kawasan tersebut dalam kondisi selamat.

“Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi Terjamin, selamat, dan sehat,” ujarnya.

KBRI Caracas juga mengimbau agar para WNI tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.

“KBRI juga Lanjut memantau rilis Formal pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan kondisi di Kawasan pesisir,” katanya.

Lembaga seismologi Global Lagi menganalisis data gelombang dari kedua gempa yang terjadi dalam waktu yang sangat berdekatan tersebut.

“When the earthquakes are this close together in time, it can be difficult to unravel the exact magnitudes and the exact locations, especially for the second event,” kata Paul Earle, seorang seismolog di USGS.

Pihak USGS juga memperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana ini dapat mencapai puluhan miliar dolar.

“This doesn’t happen very often. When they’re right together it’s hard to understand what would happen,” kata Earle.

Langkah-langkah tanggap darurat segera diambil oleh jajaran menteri dan pimpinan daerah Buat mengevakuasi Penduduk yang terjebak di Dasar puing-puing bangunan.

“Kami Mempunyai gedung, house, dan hunian yang runtuh dan kami menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan Donasi sipil yang kami miliki,” kata Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri.

Operasi pencarian korban langsung difokuskan pada beberapa titik Kawasan administratif kota yang mengalami Dampak terparah.

“Kami akan melakukan segala yang kami Pandai Buat menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” kata Gustavo Duque, Wali Kota Chacao.

Hingga Ketika ini, proses evakuasi dan pendataan total korban di seluruh Kawasan Venezuela Lagi Lanjut berjalan di Dasar pengawasan ketat pemerintah pusat.