Surabaya (Liputanindo.id) – Sanggar DAUN mempersembahkan pameran seni Jenis bertajuk “Let’s Imagine the Future Together” yang digelar di Galeri Prabangkara, Surabaya, pada 25-30 April 2026. Pameran ini Kepada merayakan dedikasi kreatif selama 22 tahun.
Pameran yang terbuka bagi publik setiap pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini dirancang sebagai Cerminan lini masa, yang menampilkan arsip perjalanan sanggar sejak berdiri pada tahun 2004.
Arik S. Wartono selaku pendiri Sanggar DAUN menjelaskan bahwa eksibisi ini menghadirkan 45 karya pilihan dari 22 seniman lintas generasi dengan Berbagai Jenis eksplorasi artistik.
Koleksi yang dipamerkan mencakup keindahan Damar Kurung, lukisan akrilik dalam berbagai dimensi, karya instalasi yang inovatif, hingga eksperimen media menggunakan serbuk emas.
”Seluruh karya ini merepresentasikan spektrum media yang luas, mulai dari kertas dan kanvas hingga penggunaan material logam mulia emas yang dikerjakan oleh para seniman kami,” ujar Arik, Minggu (26/4/2026).


Nuansa historis pameran ini diperkuat dengan adanya ruang dokumentasi yang memajang katalog Lamban, Naskah karya anak-anak, hingga korespondensi bersejarah dan medali dari kompetisi Dunia.
Acara yang dibuka secara Formal oleh Heti Palestina Yunani ini turut mendapatkan apresiasi tinggi dari tokoh seni Jenis nasional, Profesor Djuli Djati Prambudi, serta pihak Taman Budaya Jatim Ibu Sunu Sekarpawening.
Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas konsistensi Sanggar DAUN dalam menjaga kualitas proses kreatif dan pendidikan seni selama dua Dasa warsa lebih.
Arik menegaskan bahwa eksistensi panjang ini merupakan prestasi Konkret, terutama dengan catatan membanggakan di level nasional.
Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah keberhasilan anak-anak binaan Sanggar DAUN meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sebanyak lima kali dari Kementerian Kebudayaan RI.
”Bagi kami, fakta bahwa banyak penerima AKI berasal dari rahim Sanggar DAUN adalah bukti komitmen kami dalam membina Bakat muda Indonesia,” tambah Alumni Seni Jenis Universitas Negeri Surabaya itu penuh syukur.
Semangat kolektif ini pun tercermin dari para seniman terlibat yang berasal dari Jakarta dan Depok, seperti Aazeen Eliza Gunawan, Thifalia Raudina Mahardya, serta Ayesha Sa’diyah Sangaji.
Kekuatan pameran ini juga didukung oleh Bakat dari Gresik (Aisyah Hilya, Annisa Nismara, Glenys Cailyn Bachumaira, Isabell Roses, Kusuma Husna, Zalfa Kusuma), Surabaya (Ariel Ramadhan, Azzahra Adiva, Malya Sasmaya, Prisha Pamungkas, Raisha Riandra, Runa Dhafira, Shafa Prameswari, Shafi Rahman).
Kemudian Sidoarjo (Candice Jyotika Zue, Pandu Panca Jayawardhana, Samurai Jalu), hingga Malang (Aliya Murdoko), yang secara Serempak-sama merayakan visi masa depan melalui karya-karya mereka yang memukau. (rma/but)
