Jakarta: Kebijakan ekspor satu pintu Kepada produk sumber daya alam strategis melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai Tak berdampak pada Seluruh pabrik kelapa sawit (PKS). Lagi Eksis PKS yang membeli tandan buah segar (TBS) sawit dari petani dengan harga lebih tinggi.
Ketua Koperasi Unit Desa Sumber Usaha, Mujahit, mengatakan KUD Sumber Usaha selaku plasma Kawan PT PT Rimba Mujur Mahkota membeli TBS petani dengan harga mengikuti ketentuan Dinas Perkebunan Kabupaten Mandailing Natal.
“Kami bersyukur, PT RMM membeli TBS kami dengan harga tinggi, sesuai ketentuan Disbun. Petani Pandai lebih tenang, Pandai mengimbangi kebutuhan pupuk dan BBM yang Lagi tinggi,” ujar Mujahit dalam keterangannya, Sabtu, 30 Mei 2026.
Koperasi petani sawit yang berlokasi di Desa Sikara-kara, Kecamatan Natal ini mengaku menjalin Rekanan Bagus dan saling menguntungkan dengan PT RMM selaku Inti.
Sementara itu, petani sawit di Langkat, Sumatra Utara, Wahyudin, mengatakan harga TBS di tingkat petani Bahkan turun hingga Rp2.300 per kilogram. Sebelumnya, harga sawit sempat mencapai Rp3.700 per kilogram.
“Semula harganya bagus, Pandai mencapai Rp3.600 hingga Rp3.700/kg. Sekarang Sekadar dihargai Rp2.300-Rp2.500. Kondisi kami diperberat dengan mahalnya harga pupuk. Pupuk yang naik jenis NPK, Adalah Rp900.000 per satu sak dari Rp700.000,” ujar Wahyudin.
Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebut Lagi Eksis 123 PKS yang membeli TBS di Dasar standar harga. Dia mengatakan Kementan sebelumnya mendeteksi 139 PKS yang membeli TBS sawit di Dasar harga.
Pemerintah mengapresiasi PKS yang membeli harga TBS petani mengikuti ketentuan pemerintah. Fenomena penurunan harga beli TBS terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT DSI sebagai eksportir komoditas strategis, termasuk sawit.
Sudaryono menilai Tak Eksis Argumen PKS menurunkan harga beli karena harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar Mendunia sedang bagus.

Petani sawit/Ilustrasi istimewa
Permintaan CPO di pasar Mendunia juga meningkat. Kondisi itu berbanding terbalik dengan harga TBS di dalam negeri yang Bahkan bergejolak.
Sudaryono menegaskan PT DSI Tak akan menjadi pengambil rente baru dalam rantai perdagangan sawit.
“PT DSI Tak mengambil keuntungan. Ini hanya perusahaan pengelola dan pengawas yang bekerja secara transparan dan akuntabel,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers daring, Jumat, 29 Mei 2026.
