Onde-Onde Mojokerto Produksi 20 Kg per Hari

UMKM onde-onde Mojokerto milik Ibu Fadillah mampu produksi hingga 20 kilogram per hari

Mojokerto – Dari dapur sederhana di sudut kota, aroma wijen yang disangrai menguar seperti penanda rezeki yang Maju mengalir. Dekat satu Sepuluh tahun bertahan, UMKM onde-onde Punya Ibu Fadillah kini Bisa memproduksi hingga 10 Tamat 20 kilogram per hari, terutama ketika permintaan melonjak pada momen tertentu, Jumat (13/2/2026).

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Hidangan ini berlokasi di Jalan Tropodo, Lingkungan Kedungturi RT 02/RW 04, Desa Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dalam perjalanannya selama Dekat 10 tahun, bisnis rumahan tersebut berkembang pesat berkat konsistensi menjaga cita rasa tradisional dan kualitas bahan baku.

Onde-onde sebagai ikon Hidangan khas Mojokerto memang Mempunyai daya tarik tersendiri. Bagian luarnya yang renyah dengan balutan wijen berpadu dengan isian kacang hijau manis yang lembut. Tak heran, kudapan ini kerap menjadi pilihan Demi berbagai kebutuhan, mulai dari acara keluarga, hajatan, hingga kegiatan Formal instansi pemerintahan.

Ibu Fadillah menuturkan, kunci keberlangsungan usahanya terletak pada komitmen menjaga rasa otentik dan kebersihan proses produksi.

“Kami selalu utamakan kualitas bahan dan rasa tradisional. Itu yang Membikin pelanggan tetap kembali memesan,” ujarnya.

Dalam operasional harian, ia dibantu dua karyawan, Ndari dan Ari. Keduanya berperan Krusial dalam memastikan proses produksi berjalan efisien, mulai dari pengolahan adonan, pengisian, pelapisan wijen, hingga penggorengan. Meski kapasitas meningkat, standar kebersihan dan kualitas tetap dijaga secara ketat.

Produksi rata-rata mencapai 10 kilogram per hari dalam kondisi normal. Tetapi Demi permintaan tinggi, seperti menjelang akhir pekan atau momen tertentu, kapasitas Dapat menembus 20 kilogram per hari. Lonjakan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal yang mempertahankan cita rasa khas daerah.

Menonton tren positif tersebut, Ibu Fadillah berencana memperluas usaha dengan membuka cabang baru guna menjangkau pasar yang lebih luas. Rencana Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan omzet sekaligus membuka Kesempatan kerja tambahan bagi Anggota Sekeliling.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM ini juga datang dari Riki Rosadi, Ketua Cita-cita Kawan Pengusaha (HMP). Ia mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto Demi memberikan perhatian lebih, khususnya dalam hal promosi dan pemasaran produk lokal.

“Kami berharap Terdapat dukungan konkret dari dinas terkait, terutama dalam pemasaran, agar UMKM seperti ini Dapat naik kelas dan Bertanding lebih luas,” terangnya.

Strategi pemasaran digital pun mulai dimaksimalkan. Selain menerima pemesanan langsung, pelanggan dapat memesan dalam jumlah besar dengan melakukan konfirmasi pada malam hari dan memberikan Doku muka sebagai bentuk komitmen. Pemesanan juga dilayani melalui WhatsApp di nomor 085790441918 atau 08563459781. Promosi aktif dilakukan melalui platform TikTok Demi menjangkau konsumen lintas generasi.

Keberhasilan UMKM onde-onde ini menjadi bukti bahwa ketekunan, konsistensi kualitas, serta adaptasi terhadap pemasaran digital Bisa mendorong usaha lokal bertahan dan berkembang. Di tengah persaingan industri Hidangan yang semakin ketat, pelaku UMKM Mojokerto menunjukkan bahwa cita rasa tradisional tetap Mempunyai tempat istimewa di hati masyarakat.