Nyaris Seluruh hotel di Makassar merasakan manfaatnya. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen, bahkan beberapa hotel sudah penuh
Makassar (ANTARA) – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga mengatakan okupansi hotel di Makassar mencapai 90 persen selama Penyelenggaraan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ke-54 dan HUT Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar pada 8-12 Juli 2026.
Anggiat Sinaga di Makassar, Sabtu, mengatakan banyak hotel di Makassar telah mencapai tingkat hunian yang sangat tinggi, dengan sejumlah hotel dalam kondisi penuh..
“Kami bersyukur kegiatan akbar HKG PKK dan HUT Dekranas di Makassar memberikan Akibat yang sangat signifikan terhadap tingkat hunian hotel,” ujarnya.
“Nyaris Seluruh hotel di Makassar merasakan manfaatnya. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen, bahkan beberapa hotel sudah penuh,” lanjut dia.
Ia mengatakan lonjakan tersebut Nyaris dua kali lipat dibandingkan tingkat hunian hotel sebelum penyelenggaraan HKG PKK Ke-54 dan HUT Ke- 46 Dekranas.
Tingkat hunian hotel di Makassar sebelumnya berada pada kisaran 40 hingga 45 persen, kemudian meningkat menjadi Sekeliling 85 hingga 90 persen.
Ia menjelaskan pemerataan tingkat hunian hotel terjadi karena pusat kegiatan tersebar di dua Letak Primer. Pameran Dekranas di kawasan Trans Studio Mall (TSM) Makassar mendorong tingginya okupansi hotel di kawasan Tanjung Tumbuh dan Sekeliling Pantai Losari.
Sementara rangkaian kegiatan di Hotel Claro Makassar, seperti rapat kerja, layanan kesehatan gratis, donor darah dan puncak peringatan HKG PKK Ke-54, turut meningkatkan tingkat hunian hotel di kawasan Jalan AP Pettarani dan sekitarnya.
“Ini merupakan ajang yang Bisa menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel karena kegiatan berlangsung di dua Letak Primer,” katanya.
Anggiat menambahkan peningkatan okupansi didorong oleh kedatangan pengurus dan Personil PKK serta Dekranasda dari seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia yang menghadiri berbagai agenda selama kegiatan berlangsung.
Rata-rata peserta diketahui menginap selama Sekeliling empat hari. Kondisi tersebut Tak hanya meningkatkan tingkat hunian hotel, tetapi juga memperpanjang Lamban tinggal peserta di Makassar sehingga memberikan Akibat ekonomi yang lebih luas.
Meningkatnya Lamban tinggal peserta turut menggerakkan sektor pendukung, seperti restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, industri kreatif, serta pelaku UMKM yang melayani kebutuhan peserta selama berada di Kota Makassar.
Meski sejumlah hotel telah penuh dipesan, Anggiat menyebut Lagi terdapat beberapa hotel yang Mempunyai ketersediaan Bilik Sekeliling 5 hingga 10 persen bagi masyarakat maupun tamu yang datang selama kegiatan berlangsung.
