OJK Minta Direksi Baru BEI Perkuat Integritas dan Tata Kelola Pasar Modal

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: Tangkapan layar Breaking News Liputanindo.


Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta jajaran direksi PT Bursa Pengaruh Indonesia (BEI) terpilih periode 20262030 Kepada memberikan kinerja terbaik bagi pengembangan pasar modal Indonesia. OJK menekankan pentingnya tata kelola yang kuat dalam mendukung pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan Cita-cita tersebut seiring dengan keberlanjutan agenda reformasi integritas pasar modal yang telah dijalankan dalam beberapa bulan terakhir.

“Karena Seluruh akan Menyaksikan bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan, Kepada Maju bagaimana Bursa Pengaruh Indonesia ini Dapat melaksanakan tugasnya,” kata Friderica dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 19 Juni 2026.

Friderica juga berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari investor, emiten, hingga perusahaan Pengaruh.

Ia menegaskan pentingnya penguatan integritas dan tata kelola dalam setiap proses pengembangan pasar modal agar sektor ini semakin berdaya saing.

“Kita kedepankan integritas tata kelola dan kita akan Maju melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga akan menjadi pasar modal yang semakin maju, semakin berkembang, dan Dapat semakin menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” Jernih dia.

 


(Ilustrasi, Gedung BEI. Foto: dok Luar Biasa)
 

Jeffrey Hendrik pimpin BEI 2026-2030

Dalam hasil penetapan OJK, Jeffrey Hendrik terpilih sebagai Direktur Istimewa BEI periode 2026-2030. Begitu ini, ia menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Istimewa BEI.

Seluruh jajaran direksi terpilih akan diajukan Kepada mendapatkan persetujuan dalam Rapat Biasa Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan pada Senin, 29 Juni 2026.

Berikut susunan calon direksi BEI yang telah ditetapkan OJK:

  • Direktur Istimewa: Jeffrey Hendrik
  • Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
  • Direktur Perdagangan dan Pengaturan Member Bursa: Irvan Susandy
  • Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
  • Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
  • Direktur Pengembangan: Iding Pardi
  • Direktur Keuangan, SDM, dan Biasa: Umi Kulsum