Sebuah meteor bola api yang sangat terang dilaporkan meledak di langit kawasan New England, Amerika Perkumpulan. Seperti diberitakan oleh Detik iNET, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Perkumpulan (NASA) mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut melepaskan Kekuatan yang setara dengan Sekeliling 230 ton TNT.
Ledakan hebat ini menghasilkan dentuman sonik yang getarannya terdengar melintasi sejumlah negara bagian di AS hingga dua provinsi di Kanada. Benda angkasa tersebut tergolong relatif kecil karena hanya Mempunyai diameter Sekeliling 1,6 meter.
Meteor itu menghadapi gesekan ekstrem Demi meluncur bebas menembus atmosfer Bumi dengan kecepatan mencapai 67.000 kilometer per jam. Menurut penjelasan NASA, batuan luar angkasa ini melampaui batas kecepatan Bunyi ketika terpecah-pecah di ketinggian Sekeliling 50 kilometer di atas permukaan Bumi, Lampau menjatuhkan puing-puingnya di Distrik Cape Cod.
Sejauh ini Bukan Eksis laporan mengenai korban luka maupun kerusakan properti Anggota akibat jatuhnya bola api tersebut. Tetapi, saksi mata di beberapa negara bagian Distrik timur laut mengaku mendengar bunyi ledakan yang sangat keras dan merasakan guncangan Konkret pada bangunan rumah mereka Demi meteor meledak.
Sebelum hancur berkeping-keping, NASA memperkirakan massa total meteor tersebut mencapai Sekeliling 5,6 metrik ton. Objek luar angkasa dengan ukuran sekecil itu diakui sangat sulit Demi dilacak Demi Tetap berada di ruang angkasa.
Meski sulit dideteksi, meteor jenis ini sangat kecil kemungkinannya Demi bertahan dari panas dan tekanan intens ketika menembus atmosfer. Oleh karena itu, fenomena ini Bukan menimbulkan risiko kerusakan yang serius bagi kawasan padat penduduk atau perkotaan.
Ancaman yang jauh lebih berbahaya sebenarnya datang dari asteroid-asteroid besar di dekat Bumi yang Mempunyai diameter lebih dari 140 meter. Batuan luar angkasa raksasa ini sering mendapatkan julukan “pembunuh kota” karena berpotensi bertahan di atmosfer dan memicu kerusakan masif Kalau Anjlok di area pemukiman.
Mujur, asteroid berukuran raksasa seperti itu jauh lebih mudah Demi dilacak daripada asteroid berukuran kecil. NASA secara konsisten Maju memantau lebih dari 40.000 asteroid besar di Sekeliling Bumi setiap Demi.
Para Ahli memperkirakan Tetap Eksis beberapa ribu asteroid besar lain yang belum ditemukan. Meski demikian, wahana pelacak asteroid generasi berikutnya kini telah dipersiapkan Demi menutup celah pantauan tersebut dalam waktu satu Sepuluh tahun ke depan.
Rentetan Peristiwa Meteor dalam Beberapa Bulan Terakhir
Fenomena bola api yang melintas tersebut menjadi satu dari sekian banyak kejadian serupa yang berhasil terpantau selama beberapa bulan terakhir. Sejumlah kamera sempat merekam bola api berwarna hijau yang menyilaukan Demi meluncur deras di langit Betul di latar belakang Gunung Mayon yang sedang meletus di Filipina.
Selain itu, sebuah bongkahan meteor seukuran peluru meriam juga pernah menembus atap rumah satu keluarga di Texas. Insiden tersebut menimbulkan kerusakan pada properti, Tetapi Mujur Bukan Eksis korban luka yang dilaporkan.
Hanya berselang beberapa hari sebelum peristiwa di Texas, sebuah bola api dengan lebar 1,8 meter juga meledak di atas Distrik Ohio. Ledakan batuan angkasa tersebut memicu dentuman sonik yang sangat kuat di kawasan tersebut.
