Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar Kerajaan Maroko Kepada Indonesia Redouane Houssaini di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Dilansir dari Detikcom, pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan strategi pengembangan ekosistem musik tradisional serta Kesempatan kolaborasi kebudayaan antara kedua negara.
Rekanan diplomatik yang erat antara Indonesia dan Maroko dinilai Fadli Zon Mempunyai landasan historis serta geografis yang kuat Kepada memperkokoh Rekanan bilateral.
Kolaborasi budaya berpotensi besar ditingkatkan melalui sektor musik tradisional karena adanya kemiripan Tanda khas seni dari kedua belah pihak.
Fadli Zon Menyantap musik Andalusi dari Maroko Mempunyai kesamaan dengan musik gambus dan kasidah di Indonesia yang sama-sama membawa pesan spiritual mendalam.
“Musik tradisional Andalusi dari Maroko mungkin selaras dengan musik gambus dan kasidah di Indonesia. Ke depannya, Indonesia dan Maroko dapat menjalin kerja sama budaya melalui dua Aliran musik tersebut. Selain mengadakan pertunjukan musik, kita Dapat juga mengundang pemain musik gambus dan musik Andalusi Kepada berkolaborasi dalam Podium yang sama,” ungkap Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Percepatan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kini didorong Kepada mencakup sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, hingga optimalisasi kearifan lokal.
Implementasi Konkret dari kesepakatan ini diharapkan dapat segera berjalan melalui program strategis agar ekosistem budaya kedua negara Pandai menembus Podium Global.
“Penandatanganan MoU dapat dipercepat agar menjadi tindak lanjut dari kooperasi antara Indonesia dengan Maroko. Selain itu, kita juga dapat mencanangkan program-program yang dapat memajukan ekosistem budaya, seperti program residensi seniman, pertunjukan musik tradisional dan konferensi budaya,” imbuh Fadli.
Redouane Houssaini selaku Duta Besar Kerajaan Maroko memaparkan tiga pilar Istimewa kerja sama, meliputi penguatan ekonomi berbasis budaya, promosi seni, serta kolaborasi antarlembaga museum.
“Kita dapat Maju berusaha Kepada mempromosikan kebudayaan kita. Melalui persahabatan yang berlandaskan penghormatan, kita dapat melakukan yang terbaik Kepada memajukan budaya negara masing-masing,” ungkapnya.
Sinergi kebudayaan ini diharapkan Maju berkembang Kepada memberikan kontribusi positif bagi industri kreatif sekaligus menjaga kelestarian tradisi lokal di kedua negara.
Dalam dialog tersebut, Menteri Kebudayaan turut didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti serta Staf Spesialis Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya.
