Mentan gandeng Unesa kembangkan benih kedelai guna tekan impor

Mentan gandeng Unesa kembangkan benih kedelai guna tekan impor

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam mengembangkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi guna mempercepat swasembada kedelai dan mengurangi ketergantungan impor komoditas tersebut.

“Kagak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat Hasil karya, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku Primer. Kalau Sekalian bergerak Berbarengan, saya optimistis swasembada kedelai Bisa kita wujudkan,” kata Mentan di Jakarta, Senin.

Dia menekankan hal tersebut Begitu audiensi terbatas dengan jajaran Unesa di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Pada audiensi itu, Mentan menantang Unesa Kepada menghasilkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi dalam mendukung percepatan swasembada kedelai nasional.

Dengan kolaborasi riset Berbarengan Unesa, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahirnya varietas kedelai yang Bisa menghasilkan 5-6 ton per hektare sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Amran menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Bahkan, apabila hasil penelitian Bisa menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.

“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong Kepada dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah Hasil karya yang Bisa meningkatkan produktivitas petani,” ujar Mentan.

Mentan juga menekankan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi Primer Kepada mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko menjawab pertanyaan awak media usai audiensi terbatas dengan Menteri Pertaanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (28/7/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya Dwi Cahyo Kartiko menyatakan Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul dengan produktivitas mencapai 5-6 ton per hektare guna mendukung swasembada nasional.

Unesa juga menyatakan kesiapan mengawal implementasi benih unggul tersebut apabila hasil penelitian terbukti berhasil sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya,” kata Dwi.

Sasaran produktivitas 5-6 ton per hektare pada lahan seluas 56 hektare diharapkan menjadi model pengembangan kedelai nasional yang dapat direplikasi pada Kawasan lain.

Dwi menjelaskan Unesa sebelumnya telah aktif mendukung berbagai program ketahanan pangan termasuk mengawal pengembangan jagung Berbarengan Polda Jawa Timur selama tiga bulan dengan hasil positif.

Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025 kampus tersebut dinilai Bisa memberikan pendampingan berkualitas sehingga dipercaya mendukung berbagai program strategis ketahanan pangan nasional.

Kepercayaan tersebut berlanjut melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban yang telah menyiapkan Sekeliling 600 hektare lahan bagi pengembangan kedelai.

Menurut Dwi tantangan terbesar dalam program tersebut ialah menghadirkan benih unggul yang Bisa memenuhi Sasaran produktivitas tinggi sesuai sasaran pemerintah Kepada mempercepat swasembada kedelai.

Karena itu Unesa Lalu memperkuat koordinasi Berbarengan Kementerian Pertanian agar penyediaan benih dan Penyelenggaraan kemitraan pengembangan kedelai di Tuban dapat berlangsung optimal sesuai Sasaran pemerintah.

Selain Konsentrasi mengembangkan benih unggul Unesa juga memperkuat berbagai kegiatan riset di bidang ketahanan pangan guna menghasilkan Hasil karya yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional berkelanjutan.