Di balik momen sederhana itu, musim kurban bukan sekadar soal jual beli domba. Terdapat Cita-cita yang dipelihara, kerja keras yang Lanjut dijaga, serta asa yang tetap hidup agar roda ekonomi keluarga Lanjut berputar dari tahun ke tahun.
Bandung Barat (ANTARA) – Bau khas kandang ternak langsung tercium begitu kaki melangkah memasuki Pasar Ternak Padalarang di Jalan Raya Padalarang, Desa Kertamulya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Bunyi domba dan sapi bersahut-sahutan memecah suasana pagi yang mulai ramai oleh aktivitas jual beli hewan kurban.
Puluhan ternak dipajang di kandang-kandang sederhana. Terdapat sapi bertubuh besar dengan tanduk panjang melengkung, Terdapat pula domba berukuran kecil dengan bulu keriting yang dipenuhi jerami.
Para pedagang tampak sibuk membersihkan kandang, memberi makan ternak, hingga melayani calon pembeli yang datang silih berganti.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada akhir Mei 2026, denyut perdagangan ternak di pasar itu kembali terasa lebih hidup.
Para peternak dari berbagai daerah mulai berdatangan membawa hewan terbaik mereka, berharap musim kurban tahun ini membawa rezeki yang lebih Bagus.
Momentum ekonomi keluarga
Di salah satu sudut pasar, Endun Sumarna tampak cekatan melayani pembeli yang tertarik Memperhatikan domba peliharaannya.
Pria yang akrab disapa Abah Endun itu telah puluhan tahun menggantungkan hidup dari usaha jual beli domba di Pasar Ternak Padalarang.
Bagi Endun, , musim kurban bukan sekadar momen transaksi jual beli, melainkan penentu keberlangsungan usaha dan ekonomi keluarganya selama setahun ke depan. Karena itu, ia Menurunkan Cita-cita besar pada peningkatan penjualan tahun ini.
Dengan senyum ramah, ia memperlihatkan beberapa domba berukuran besar yang menjadi favorit pembeli menjelang Idul Adha.
“Terdapat beberapa ekor yang dibawa, beda-beda ukurannya. Kalau di sini kan ramai yang jualnya, jadi Seluruh ukuran Terdapat. Ya ini sudah mulai menjelang Idul Adha,” kata Endun .
Domba yang dijualnya dibanderol mulai Rp2,5 juta hingga Rp7 juta Demi kategori kelas A dengan ukuran besar dan kondisi fisik prima.
Harga tersebut disesuaikan dengan bobot, kesehatan, serta kualitas ternak yang ditawarkan kepada pembeli.
“Tahun kemarin Hanya 250 ekor yang terjual, tahun ini mudah-mudahan Bisa Tamat 300 bahkan 400 ekor,” katanya penuh optimistis.
