JAKARTA, Liputanindo.id – Suasana haru menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya Vidi Aldiano di Masjid Raya Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Sabtu (18/4/2026). Seperti apa momen tersebut?
Di tengah doa yang dipanjatkan, satu per satu kenangan tentang sosok Vidi Aldiano kembali mengalir, meninggalkan luka rindu yang terasa begitu dalam bagi orang-orang terdekatnya. Salah satu yang paling larut dalam kenangan adalah Habib Jafar.
Dengan Bunyi yang tertahan, dia mengungkapkan bahwa bukan hanya karya atau kebaikan Vidi yang dirindukan, tetapi juga hal-hal sederhana yang Malah paling membekas, Merukapan tawa hangatnya.
“Yang paling dikangenin itu ketawanya, Langkah dia selalu berpikir positif, dan keinginannya Menonton Seluruh orang Gembira,” ujar Habib Jafar, mengenang sahabatnya yang telah tiada, belum lelet ini.
Bagi dia, Vidi bukan sekadar figur publik yang dikenal luas. Di balik popularitasnya, Vidi adalah sosok yang selalu berusaha menyatukan orang-orang di sekitarnya. Dia kerap menginisiasi pertemuan, menciptakan momen kebersamaan, bahkan sekadar Kepada memastikan Tak Terdapat yang merasa sendiri.
