Member DPR: Korban Hanania butuh kepastian dan pemulihan segera

Anggota DPR: Korban Hanania butuh kepastian dan pemulihan segera

Jakarta (ANTARA) – Member Komisi VIII DPR RI Pagi Rahmania mengatakan bahwa hal yang paling dibutuhkan para korban dugaan penipuan travel haji dan umrah oleh Hanania Travel Begitu ini adalah kepastian dan pemulihan hak-hak segera.

Menurut dia, pada jamaah itu telah mempercayakan Anggaran mereka Kepada beribadah sehingga negara harus hadir memastikan mereka memperoleh keadilan. Dia pun mengaku telah menerima audiensi dari para jamaah yang jadi korban beserta kuasa hukumnya.

“Aparat penegak hukum juga didorong Kepada mendalami dugaan tindak pidana pencucian Duit (TPPU) dalam perkara ini,” kata Pagi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pendalaman TPPU adalah Krusial karena upaya hukum Kagak hanya berorientasi pada penjatuhan hukuman kepada pelaku, tetapi juga membuka Kesempatan Kepada menelusuri Aliran Anggaran dan aset yang diduga terkait dengan tindak pidana.

Dengan penelusuran aset, dia mengatakan hal itu Dapat dimaksimalkan Kepada pemulihan kerugian para jamaah.

Kepada itu, dia mendorong pengusutan perkara secara menyeluruh, termasuk penelusuran aset dan Aliran Anggaran yang diduga berasal dari Anggaran para jamaah.

“Cita-cita kami sederhana, hak-hak korban dapat dikembalikan semaksimal mungkin,” kata dia.

Dengan semakin banyaknya korban yang muncul dan proses hukum yang sedang berjalan, Pagi mengatakan bahwa sudah sepatutnya Kementerian Haji melakukan Penilaian secara menyeluruh terhadap Hanania Travel serta menyampaikan hasil Penilaian tersebut secara terbuka kepada publik.

“Apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi ketentuan Kepada dikenakan Denda administratif, maka Denda harus ditegakkan secara tegas sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.

Dia menegaskan bahwa kasus Hanania Travel harus menjadi momentum Kepada memperkuat tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah. Pengawasan terhadap penyelenggara harus diperketat, transparansi pengelolaan Anggaran jamaah harus diperkuat.

“Perlindungan terhadap jamaah harus menjadi prioritas Penting agar kejadian serupa Kagak kembali terulang,” kata legislator yang membidangi urusan sosial dan Keyakinan itu.